
Pelni: kepadatan arus mudik Mulai 19 Desember

Persediaan tiket untuk pelayaran ke wilayah utara menggunakan KM Tatamailau sudah habis terjual. Alokasi tiket yang kami terima memang sangat terbatas. Untuk tujuan Sorong saja sudah terjual 300 tiket.
Timika (Antara Papua) - PT Pelni Cabang Timika, Papua memperkirakan kepadatan arus mudik Natal dan Tahun Baru melalui Pelabuhan Paumako baru akan terlihat mulai Senin, 19 Desember 2016.
Kepala PT Pelni Cabang Timika Suaidi, Sabtu, mengatakan pada Senin (19/12) KM Tatamailau akan berangkat dari Pelabuhan Pauamko Timika dengan tujuan Tual, Kaimana, Fakfak, Sorong, Bacan, hingga Bitung Sulawesi Utara.
Semua tiket yang tersedia untuk pelayaran KM Tatamailau telah terjual habis. Kantor Pelni Cabang Timika hanya mendapat alokasi tiket sebanyak 380 tempat duduk.
"Persediaan tiket untuk pelayaran ke wilayah utara menggunakan KM Tatamailau sudah habis terjual. Alokasi tiket yang kami terima memang sangat terbatas. Untuk tujuan Sorong saja sudah terjual 300 tiket," jelas Suaidi.
Menurut dia, menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru, Pelni menyediakan lima kapal yang berangkat dari Pelabuhan Paumako Timika ke berbagai rute tujuan.
Kelima kapal tersebut yakni KM Tatamailau, KM Leuser, KM Sirimau, ditambah dua kapal perintis sabuk nusantara yaitu Kapal Sabuk Nusantara 58 dan Kapal Sabuk Nusantara 60.
Suaidi mengatakan kepadatan arus mudik Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Paumako Timika juga diprediksi akan terjadi pada 22 Desember saat KM Sirimau berangkat menuju Dobo, Tual, Saumlaki, Kalabahi, Kupang, Larantuka, Labuan Bajo, Bima, Makassar, Batu Licin hingga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Meski Pelni menyediakan dua kapal perintis sabuk nusantara untuk melayani penumpang mudik Natal dan Tahun Baru, namun animo warga Timika memanfaatkan jasa pelayaran kedua kapal tersebut masih sangat minim.
Sebagai contoh, pada 13 Desember hanya terdapat 50 penumpang tujuan Kaimana, Tual dan Dobo yang memanfaatkan jasa Kapal Sabuk Nusantara 58. Demikian halnya dengan pelayaran Kapal Sabuk Nusantara 60 pada 14 Desember hanya mengangkut 100 penumpang. Padahal kedua kapal tersebut memiliki kapasitas masing-masing 500 penumpang.
"Masyarakat Timika kelihatannya enggan memanfaatkan kapal perintis, mungkin karena di kapal tersebut tidak disediakan makan gratis sebagaimana tiga kapal Pelni yang lain," jelas Suaidi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika John Rettob mengatakan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Paumako Timika ke berbagai rute di luar Papua seperti Dobo, Tual, Ambon, Bitung Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur, sangat banyak dibanding hari-hari biasa.
Kondisi itu, katanya, perlu diantisipasi agar warga yang hendak berlibur Natal dan Tahun Baru di kampung halaman mereka bisa terlayani secara baik.
"Kami berharap demikian. Mudah-mudahan dua kapal sabuk nusantara yang sekarang beroperasi di wilayah selatan Papua dapat menjawab kebutuhan warga yang hendak berlibur Natal dan Tahun Baru," jelasnya.
Dari pengalaman tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Paumako Timika menjelang Natal dan Tahun Baru mencapai sekitar 3.000 orang.
Penumpang terbanyak tujuan ke Tual, Ambon, Fakfak, Sorong dan NTT. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarianus Supar
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
