Logo Header Antaranews Papua

116 warga di Papua terjangkit demam berdarah

Jumat, 8 Februari 2019 21:15 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum (Foto: ANTARA News Papua/Musa Abubar)
Dengan makin banyaknya warga yang menderita DBD, seharusnya sudah bisa dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Namun, hingga kini belum ada keputusan dari pemerintah daerah

Jayapura (ANTARA News Papua) - Sebanyak 116 warga di Papua terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD), dan dua diantaranya meninggal dunia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Papua dr Aaron Rumainum di Jayapura, Jumat, mengatakan jumlah warga yang terkena DBD terus meningkat, terutama di tujuh kabupaten/kota.

Penderita terbanyak di Kabupaten Biak Numfor yang mencapai 40 orang, menyusul Kota Jayapura 19 kasus, Kabupaten Mimika dan Merauke masing masing 17 kasus, Boven Digul 16 kasus, Nabire dan Asmat sebanyak delapan kasus, dan Kabupaten Sarmi satu kasus.

"Dengan makin banyaknya warga yang menderita DBD, seharusnya sudah bisa dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Namun, hingga kini belum ada keputusan dari pemerintah daerah," kata Aaron.

Ketika ditanya tentang penyebab DBD di kalangan anak-anak, dia menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh aktifitas nyamuk Aedes Aegyti saat anak-anak bersekolah.

Nyamuk jenis ini aktif di jam-jam tertentu yakni dari pukul 08.00 -13.00 WIT dan sore hari dari pukul 15.00 wit-17.00 WIT, serta daya tahan anak juga berbeda.

"Masyarakat diminta waspada karena musim hujan yang masih melanda sejumlah wilayah di Papua itu sehingga harus melakukan pencegahan sesuai prosedur yakni 3M yaitu menguras, mengubur barang bekas yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk dan menutup rapat tempat penampungan air," ujar Aaron.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026