Logo Header Antaranews Papua

Tokoh Pemuda Papua Pegunungan harap kaum muda tidak terprovokasi isu perpecahan

Rabu, 27 Agustus 2025 11:52 WIB
Image Print
Tokoh Pemuda Papua Pegunungan Melianus Asso (ANTARA/HO-Melianus Asso)

Jayapura (ANTARA) - Tokoh Pemuda Papua Pegunungan Melianus Asso mengharapkan generasi muda di wilayahnya agar tidak ikut terprovokasi isu yang menyesatkan dan dapat memecah belah persatuan serta kesatuan yang telah melekat di hati masyarakat.

"Paling tidak, kita sebagai pemuda bisa menjadi penyejuk di tengah warga, memberikan pesan perdamaian dan memberikan pencerahan," kata Melianus Asso yang juga merupakan Ketua Komda Pemuda Katolik Papua dalam siaran pers kepada Antara di Jayapura, Rabu.

Menurut Melianus, Provinsi Papua Pegunungan terus berbenah usai hajatan demokrasi pada tahun lalu dan telah terpilih sosok pemimpin, untuk itu beragam persoalan yang mengemuka di tengah warga juga perlu segera diselesaikan ataupun dicarikan solusi.

"Sebagai kaum muda Papua Pegunungan yang mempunyai intelektualitas dirasa perlu menyikapi dinamika di lapangan dengan bijak dan memberikan solusi yang kongkrit," ujarnya.

Dia menjelaskan hal tersebut untuk mendorong pembangunan di berbagai bidang sehingga cita-cita menjadikan Papua Pegunungan berdiri sejajar dengan kota lainnya di ujung timur Indonesia segera terwujud.

"Maksudnya disini, perlunya kaum muda yang punya integritas tinggi untuk mendukung pemerintah dalam hal percepatan pembangunan di segala lini," katanya lagi.

Dia menambahkan sehingga pemuda perlu bersatu padu guna mewujudkan Papua Pegunungan yang aman dan damai, dengan harapan banyak pelaku usaha yang bisa masuk untuk berinvestasi.

"Namun, di sisi lain berbagai kekerasan terus terjadi di Papua Pegunungan apakah itu karena ulah oknum warga, kelompok tertentu ataupun kebijakan yang dinilai belum memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat," ujarnya lagi.

"Saatnya pemuda Papua Pegunungan menjadi pemicu pembangunan bukan memicu persoalan," katanya.



Pewarta :
Editor: Editor Papua
COPYRIGHT © ANTARA 2026