KRI Ki Hajar Dewantara gelar operasi pengamanan laut Papua
Senin, 19 September 2016 13:50 WIB
KRI Ki Hajar Dewantara 364 (Foto: Istimewa)
Biak (Antara Papua) - Kapal Republik Indonesia (KRI) Ki Hajar Dewantara 364 melakukan operasi pengamanan laut wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat bersandikan "Samudera Jaya 2016".
Komandan KRI Ki Hajar Dewantara Kolonel Laut (P) Alan Dahlan di Biak, Senin mengatakan pelaksanaan operasi wilayah laut kepulauan Papua dan Papua Barat untuk mengawasi wilayah teritorial laut Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap aksi pencurian ikan, pembakalan liar dan penyalahgunaan ijin berlayar kapal ikan asing.
"Selama operasi Samudera Jaya 2016 ada beberapa teguran diberikan kepada kapal yang melintas karena diduga melakukan pelanggaran, ya untuk penanganan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran ijin kapal dilimpahkan ke Lanal setempat," kata Alan.
Ia mengakui untuk pengamanan wilayah laut di beberapa wilayah kepulauan Papua dan Papua Barat yang mendapat perhatian khusus diantaranya Jayapura, Merauke, Biak, Sorong dan pulau terdepan Mapia Supiori.
"Serta beberapa daerah lain yang dianggap rawan ancaman adanya pelanggaran peraturan laut yang berlaku di dalam Negara Kesatuan republik Indonesia menjadi fokus operasi Samudera Jaya 2016," ujafr Alan didampingi Asisten Intelijen Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Guskamla Armatim) Letkol Laut (P) Setyo Widodo.
Dia berharap selama pelaksanaan operasi berjalan sejak 1,5 bulan melintasi wilayah Gugus Keamanan Laut Armada Timur Indonesia dari pelabuhan Tegal, Provnsi Jawa Tenggah, Sulawesi, Maluku serta Papua dan Papua Barat dapat berjalan lancar sesuai waktu diberikan.
Alan menyebut, KRI KI Hajar Dewantara merupakan kapal perusak kawal berpeluru kendali (SUT). Kapal ini juga merupakan kapal perang latih bagi anggota TNI AL.
KRI Ki Hajar Dewantara merupakan bagian dari armada pemukul (striking force) yang memiliki kemampuan jelajah dan persenjataan yang mumpuni bagi pengawalan dan perlindungan kawasan perairan Republik Indonesia.
Nama KRI Ki Hajar Dewantara diambil dari seorang pahlawan nasional yang juga merupakan Bapak Pendidikan nasional Republik Indonesia.
Beberapa warga Biak tampak menonton keberadaan KRI Ki Hajar Dewantara 364 yang tengah bersandar di pelabuhan laut Biak. (*)
Komandan KRI Ki Hajar Dewantara Kolonel Laut (P) Alan Dahlan di Biak, Senin mengatakan pelaksanaan operasi wilayah laut kepulauan Papua dan Papua Barat untuk mengawasi wilayah teritorial laut Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap aksi pencurian ikan, pembakalan liar dan penyalahgunaan ijin berlayar kapal ikan asing.
"Selama operasi Samudera Jaya 2016 ada beberapa teguran diberikan kepada kapal yang melintas karena diduga melakukan pelanggaran, ya untuk penanganan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran ijin kapal dilimpahkan ke Lanal setempat," kata Alan.
Ia mengakui untuk pengamanan wilayah laut di beberapa wilayah kepulauan Papua dan Papua Barat yang mendapat perhatian khusus diantaranya Jayapura, Merauke, Biak, Sorong dan pulau terdepan Mapia Supiori.
"Serta beberapa daerah lain yang dianggap rawan ancaman adanya pelanggaran peraturan laut yang berlaku di dalam Negara Kesatuan republik Indonesia menjadi fokus operasi Samudera Jaya 2016," ujafr Alan didampingi Asisten Intelijen Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Guskamla Armatim) Letkol Laut (P) Setyo Widodo.
Dia berharap selama pelaksanaan operasi berjalan sejak 1,5 bulan melintasi wilayah Gugus Keamanan Laut Armada Timur Indonesia dari pelabuhan Tegal, Provnsi Jawa Tenggah, Sulawesi, Maluku serta Papua dan Papua Barat dapat berjalan lancar sesuai waktu diberikan.
Alan menyebut, KRI KI Hajar Dewantara merupakan kapal perusak kawal berpeluru kendali (SUT). Kapal ini juga merupakan kapal perang latih bagi anggota TNI AL.
KRI Ki Hajar Dewantara merupakan bagian dari armada pemukul (striking force) yang memiliki kemampuan jelajah dan persenjataan yang mumpuni bagi pengawalan dan perlindungan kawasan perairan Republik Indonesia.
Nama KRI Ki Hajar Dewantara diambil dari seorang pahlawan nasional yang juga merupakan Bapak Pendidikan nasional Republik Indonesia.
Beberapa warga Biak tampak menonton keberadaan KRI Ki Hajar Dewantara 364 yang tengah bersandar di pelabuhan laut Biak. (*)
Pewarta : Pewarta: Muhsidin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dekranasda dorong masyarakat adat Jayawijaya peroleh perlindungan kekayaan intelektual
03 March 2026 11:24 WIB
LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat
15 December 2025 23:08 WIB
KI Pusat: Kampung Ruar di Biak masuk nominasi 10 besar desa transparan
13 October 2023 18:57 WIB, 2023
KI Pusat mendorong Pemprov Papua tingkatkan keterbukaan informasi publik
13 October 2023 15:53 WIB, 2023
KI harap Pemprov Papua pertahankan kategori informatif tingkat nasional
30 March 2023 17:30 WIB, 2023
Diskominfo Papua optimistis dapat pertahankan predikat badan informatif
22 October 2022 20:37 WIB, 2022
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Gubernur sebut program rehabilitasi RTLH tingkatkan kualitas hidup warga Papua
17 April 2026 8:48 WIB
Pemkot Jayapura harap partai politik penerima dana hibah tingkatkan kualitas demokrasi
15 April 2026 10:52 WIB
Gubernur Papua sebut Dana Otsus Rp12,69 T dapat percepat bangun daerah tertinggal
14 April 2026 18:41 WIB