Pulau Komodo akan ditutup pada 2020
Kamis, 18 Juli 2019 10:33 WIB
Seorang wisatawan berwisata di pulau Komodo. (Antara Foto/ Kornelis Kaha)
Kupang (ANTARA) - Penutupan Pulau Komodo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) sudah pasti akan dilakukan pada awal 2020, kata Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa di Kupang, Kamis.
"Soal penutupan Pulau Komodo, itu sudah pasti. Tahun depan kami sudah putuskan akan menutup Pulau Komodo," katanya kepada Antara berkaitan dengan hasil pertemuan antara pemerintah NTT bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Rabu (17/7) kemarin.
Ia mengatakan agenda yang dibahas dalam pertemuan itu yakni persiapan, pengkajian, dan pengelolaan.
Wayan mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sendiri sudah setuju dengan penutupan tersebut.
Saat berkunjung ke Labuan Bajo pada 10-11 Juli, Presiden Jokowi juga mengatakan ada pembatasan kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo karena kawasan itu adalah kawasan konservasi.
Karena itu ia meminta jika ada wisatawan yang ingin melihat komodo bisa melihat di Pulau Rinca yang lokasinya masih berada di kawasan Taman Nasional Komodo.
Gubernur NTT Viktor B Laiskodat juga sudah sejak awal menuturkan akan mengucurkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk merehabilitasi Pulau Komodo.
"Kami akan merehabilitasi Pulau Komodo. Kami siapkan makanannya seperti rusa, kambing dan kebutuhan komodo agar mereka tak saling serang, yang berujung pada kepunahan komodo itu sendiri," kata dia.
Wayan mengatakan penutupan Pulau Komodo akan dilakukan selama satu tahun dengan tujuan memulihkan dan melakukan konservasi terhadap Taman Nasional Komodo.
"Soal penutupan Pulau Komodo, itu sudah pasti. Tahun depan kami sudah putuskan akan menutup Pulau Komodo," katanya kepada Antara berkaitan dengan hasil pertemuan antara pemerintah NTT bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Rabu (17/7) kemarin.
Ia mengatakan agenda yang dibahas dalam pertemuan itu yakni persiapan, pengkajian, dan pengelolaan.
Wayan mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sendiri sudah setuju dengan penutupan tersebut.
Saat berkunjung ke Labuan Bajo pada 10-11 Juli, Presiden Jokowi juga mengatakan ada pembatasan kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo karena kawasan itu adalah kawasan konservasi.
Karena itu ia meminta jika ada wisatawan yang ingin melihat komodo bisa melihat di Pulau Rinca yang lokasinya masih berada di kawasan Taman Nasional Komodo.
Gubernur NTT Viktor B Laiskodat juga sudah sejak awal menuturkan akan mengucurkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk merehabilitasi Pulau Komodo.
"Kami akan merehabilitasi Pulau Komodo. Kami siapkan makanannya seperti rusa, kambing dan kebutuhan komodo agar mereka tak saling serang, yang berujung pada kepunahan komodo itu sendiri," kata dia.
Wayan mengatakan penutupan Pulau Komodo akan dilakukan selama satu tahun dengan tujuan memulihkan dan melakukan konservasi terhadap Taman Nasional Komodo.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Papua jadikan penanganan kawasan kumuh menjadi prioritas pembangunan
25 November 2025 6:46 WIB
Bupati Biak Markus: Bantuan ambulans laut untuk layani kesehatan warga kepulauan
12 November 2025 13:33 WIB
Pemprov Papua siap mendukung pembangunan PLTMH ramah lingkungan di Pulau Yapen
23 October 2025 2:42 WIB
Pemkab Biak Numfor sediakan bus sekolah gratis dukung pendidikan Pulau Numfor
11 October 2025 22:11 WIB
Pemkab Biak segera operasikan Puskesmas Kameri layani warga Pulau Numfor
21 September 2025 11:38 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Papua Tengah lindungi lahan sawah lewat dokumen RTRW untuk ketahanan pangan
20 March 2026 7:43 WIB
Gubernur Papua minta seluruh rumah sakit berikan layanan optimal saat Lebaran
20 March 2026 7:26 WIB