Jayapura (ANTARA) - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Papua, telah memesan sebanyak 2.000 alat rapid test untuk memeriksa perawat dan karyawan di rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Jayapura drg Aloysius Giyai di Jayapura, Rabu, menjelaskan alat rapid test yang sementara dipesan sebanyak 2.000 karena pegawai di RSUD Jayapura sekitar 1.000 lebih dan tesnya bukan satu hari.

Hasil tes hari ini harus menunggu selama sembilan sampai 10 hari lalu tes lagi untuk dipastikan apakah positif atau negatif.

"Rapid test yang kami pesan mudah-mudahan tiba secepatnya dalam minggu ini," katanya.

Menurut dia, bantuan alat rapid test dari Dinas Kesehatan sudah habis digunakan melayani masyarakat yang datang dan meminta untuk dites.

Sehingga, lanjut dia, untuk petugas yang kontak langsung dan tidak kontak langsung, belum dites kesehatannya. Namun, setelah rapid test yang dipesan sudah tiba, petugas kesehatan di rumah sakit itu akan mengikuti tes.

"Saya pastikan bahwa ketika alat rapid test sudah tiba maka seluruh perawat, dokter dan karyawan yang terlibat secara langsung dan tidak di RSUD Jayapura, pastikan dites," ujarnya.

"Saya doakan supaya tidak ada satupun perawat, dokter dan karyawan lainnya, tidak ada satupun yang positif, semuanya negatif," katanya.


Pewarta : Musa Abubar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024