Gubernur Jawa Tengah Ganjar bantu santri yang tidak bisa mudik akibat pandemi
Selasa, 19 Mei 2020 16:36 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan kepada santri yang tidak bisa mudik untuk merayakan Lebaran akibat pandemi COVID-19. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jawa Tengah)
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi pondok pesantren dan memberikan bantuan sembako kepada santri yang tidak bisa mudik Lebaran akibat pandemi COVID-19.
"Saya hanya memastikan kondisi para santri yang tidak mudik ini sebab menurut informasi dari Biro Kesra saya, dari Kemenag dan Baznas, bahwa ada 400 ponpes di Jateng yang masih aktif saat ini, dengan 23.914 santri yang tidak mudik," katanya di Semarang, Selasa.
"Banyak santri juga kuliah, mereka dari banyak daerah dari luar Jawa ada bahkan tadi ada yang dari luar negeri, dari Somalia dan Thailand. Alhamdulillah mereka semuanya sehat-sehat saja," kata Ganjar, yang mengunjungi Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Ngaliyan dan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Tugurejo Semarang.
Gubernur mengaku telah mengeluarkan Rp2,3 miliar untuk membantu santri yang tidak mudik.
"Ini cerita kemanusiaan saja, kalau bisa kita bantu, mereka bisa tenang belajar. Mereka juga bisa mengabarkan pada orang tua, bahwa ananda baik-baik saja, bisa sekolah, ngaji dan nyantri dengan tenang. Kalau semua tenang, semua bahagia, maka imunitas akan meningkat," katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Ngaliyan Prof. Imam Taufiq mengatakan bahwa sejak wabah COVID-19 pengurus pesantren memberikan dua pilihan kepada santri. Santri yang ingin pulang kampung diperbolehkan namun tidak boleh kembali ke pesantren sampai kondisi membaik. Santri yang ingin tetap berada di pondok pesantren bisa mengikuti kegiatan pesantren sebagaimana biasa.
"Alhamdulillah banyak santri yang memutuskan tidak pulang, tetap di pondok dan mengaji," katanya.
"Saya hanya memastikan kondisi para santri yang tidak mudik ini sebab menurut informasi dari Biro Kesra saya, dari Kemenag dan Baznas, bahwa ada 400 ponpes di Jateng yang masih aktif saat ini, dengan 23.914 santri yang tidak mudik," katanya di Semarang, Selasa.
"Banyak santri juga kuliah, mereka dari banyak daerah dari luar Jawa ada bahkan tadi ada yang dari luar negeri, dari Somalia dan Thailand. Alhamdulillah mereka semuanya sehat-sehat saja," kata Ganjar, yang mengunjungi Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Ngaliyan dan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Tugurejo Semarang.
Gubernur mengaku telah mengeluarkan Rp2,3 miliar untuk membantu santri yang tidak mudik.
"Ini cerita kemanusiaan saja, kalau bisa kita bantu, mereka bisa tenang belajar. Mereka juga bisa mengabarkan pada orang tua, bahwa ananda baik-baik saja, bisa sekolah, ngaji dan nyantri dengan tenang. Kalau semua tenang, semua bahagia, maka imunitas akan meningkat," katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Ngaliyan Prof. Imam Taufiq mengatakan bahwa sejak wabah COVID-19 pengurus pesantren memberikan dua pilihan kepada santri. Santri yang ingin pulang kampung diperbolehkan namun tidak boleh kembali ke pesantren sampai kondisi membaik. Santri yang ingin tetap berada di pondok pesantren bisa mengikuti kegiatan pesantren sebagaimana biasa.
"Alhamdulillah banyak santri yang memutuskan tidak pulang, tetap di pondok dan mengaji," katanya.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Papua kirim 300 personel brimob untuk pertebal pengamanan Wamena Jayawijaya
17 May 2026 17:42 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Jayapura pastikan pelayanan pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran
21 May 2026 14:57 WIB
KPU Papua Pegunungan beri bantuan sosial ke pengungsi di Wamena pascaperang suku
19 May 2026 13:56 WIB
Pemprov Papua Selatan ajak warga Merauke dukung program pembangunan berkelanjutan
18 May 2026 16:59 WIB