Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua berkomitmen untuk membeli hasil pertanian masyarakat agar mereka tidak lagi jauh ke pusat kota untuk berjualan.

Bupati Jayawijaya, Jhon Rihcard Banua di Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan hasil pertanian yang dibeli itu kemudian dikembalikan kepada masyarakat kembali untuk mendukung aktivitas warga untuk terus lebih giat bekerja.

"Kita tidak akan tunggu mama-mama petani harus bawa hasil pertanian  jual di kota. Jadi siapa yang undang kami untuk panen, kami kasih uang untuk membeli hasil pertanian mereka, hasilnya tinggal untuk mereka makan dan buka kebun yang baru," katanya.

Selain membeli hasil pertanian misalnya umbi dan mengembalikan kepada masyarakat, pemerintah juga menopang mereka dengan peralatan kerja seperti parang, sekop, linggis, termasuk bantuan ternak babi.

Jhon mengatakan bantuan ternak babi sangat bernilai ekonomis bagi masyarakat pegunungan sehingga program itu masuk dalam komitmennya
bersama wakil selama menjabat.

Bupati Jhon menyampaikan terimakasih kepada warganya karena mendukung visi misi pemerintah kabupaten Jaywijaya untuk membuka lahan perkebunan, beternak babi. 

Program membuka kebun dan beternak babi diyakini mampu menyelesaikan semua persoalan ekomomi masyarakat, bahkan masalah hukum seperti kasus pembunuhan. 

"Sekarang mama-mama, pemuda semua kembali ke kampung untuk membuka kebun. Ini yang kami harap Jayawijaya kembali seperti dahulu. Jadi masyarakat tidak harus membawa proposal ke kota tetapi mereka kembali ke kampung membuka lahan kebun dan mengundang kami untuk lihat sekaligus dengar aspirasi masyarakat," katanya.

Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024