Jayapura (ANTARA) - Satuan tugas COVID-19 Provinsi Papua meminta petugas di fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit di kabupaten/kota di provinsi itu melakukan survailens dan memantau pergerakan orang terkait virus corona.

"Kami juga minta kepada fasilitas-fasilitas kesehatan, baik itu di puskemas, di rumah sakit tidak hanya di Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, tapi di semua kabupaten/kota di Papua untuk tetap menggiatkan kegiatan survailens, memantau tempat-tempat dimana ada pergerakan orang pada batas-batas kabupaten," kata Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Papua, dr Silwanus Sumule di Jayapura, Kamis.

Selanjutnya, pemantauan juga dilakukan pada tempat-tempat masuk warga, baik yang merupakan pergerakan dalam kabupaten/kota, pergerakan antar kabupaten dan juga pergerakan dari luar Provinsi Papua.

Petugas-pegas kesehatan juga harus memastikan mereka yang masuk ke Provinsi Papua atau masuk ke kabupaten/kota dalam kondisi sehat. Lakukan pemeriksaan baik itu dengan tes cepat molekuler maupun juga dengan PCR untuk mengetahui kondisi mereka.

Selanjutnya, kalau didapatkan hasil positif, segera menghubungi pihak kesehatan untuk melakukan isolasi, baik isolasi mandiri, karantina terpusat penanganan di rumah sakit. Dalam 10 hari jikalau kondisinya stabil maka dinyatakan sembuh.Namun, jikalau kondisinya berubah menjadi sakit yang berat atau kritis maka perlu penanganan lebih lanjut daripada petugas kesehatan.

Menurut dia, tambahan kasus corona di Papua pada Rabu (2/9), menunjukkan kepada kita bahwa pandemi ini belum berakhir. Masih harus ada upaya-upaya besar yang harus dikerjakan ke depan. Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dimana ditemukan beberapa kasus tambahan, kiranya penambahan kasus ini membuat semakin berhati-berhati.

Lanjut dia, berhati-hati dengan mulai diterapkannya pembukaan sejumlah pusat-pusat keramaian khususnya di Kota Jayapura. Harapan besar dari Satgas COVID-19 Provinsi Papua, masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Jayapura.

Silwanus mengatakan, menggunakan masker adalah salah satu dan merupakan cara terbaik memutus mata rantai penularan. Mari saling mengingatkan antara satu dengan yang lain, jangan segan-segan untuk menegur kalau ada anggota masyarakat yang saat ini tidak menggunakan masker.

"Dengan menggunakan masker, maka kita mencegah penularan COVID-19 bagi masyarakat kita. Hal yang sama juga berlaku dalam hal melakukan cuci tangan, menghindari tempat-tempat dimana banyak berkerumun, dan menjaga jarak," ujarnya.

"Kami percaya kalau masyarakat saling bergandengan tangan, kita mampu memutus mata rantai penularan COVID-19. Tetap berdoa, tetap menjalankan disiplin kesehatan dalam mencegah corona," tambah dia.

 

Pewarta : Musa Abubar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024