Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mengapresiasi kerja keras jajaran PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika yang terus membangun fasilitas kelistrikan di distrik (kecamatan) dan kampung-kampung (desa) wilayah pedalaman baik di pesisir maupun pegunungan.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Jumat, mengatakan jika tidak ada hambatan maka pada akhir November ini PLN Timika akan segera mengoperasikan PLTD Kokonao, ibu kota Distrik Mimika Barat.

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kerja keras jajaran PLN Timika untuk segera melistriki rumah-rumah warga di tujuh kampung di Delta Kokonao. Ini harapan masyarakat yang sudah sangat lama. Mudah-mudahan sampai tanggal 30 November nanti tidak ada kendala sehingga masyarakat di Kokonao bisa segera menikmati penerangan listrik dari PLN," kata John.

Wabup John yang juga dibesarkan dan sekolah di Kokonao itu mengatakan kota tua yang merupakan cikal bakal Kabupaten Mimika dan pernah menjadi pusat pelayanan misionaris Katolik di wilayah selatan Papua harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Perhatian serupa juga harus diberikan kepada ibu kota distrik dan kampung-kampung di wilayah pedalaman lainnya agar masyarakat asli benar-benar merasakan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah mereka.

Khusus di Kokonao, PLN baru akan mengoperasikan satu mesin pembangkit diesel berkapasitas 100 KWH dengan waktu beroperasi selama 12 jam.

Selain di Kokonao, PLN Timika juga akan mengoperasikan PLTD dengan kapasitas 100 KWH di Distrik Agimuga dan PLTS di Distrik Amar dan Potowayburu Distrik Mimika Barat Jauh.

"Kami harapkan melalui kerja sama dengan PLN Timika maka paling lama di penghujung 2022 seluruh kampung-kampung dan ibu kota distrik di pedalaman Mimika seluruhnya menjadi terang. Itu target kami. Kalau di wilayah pesisir, mungkin bisa dibangun PLTS, tapi kalau di pegunungan seperti di Jila, Hoeya, Tsinga, Alama, sebaiknya dibangun listrik dari potensi air atau mikro hidro," jelas John.

Menurut dia, Pemkab Mimika melalui Dinas Pertambangan dan Energi beberapa tahun lalu pernah membangun PLTA mikro hidro di Jila, namun fasilitas itu tidak pernah dinikmati oleh masyarakat.

Sementara di Amar dan Otakwa, Distamben Mimika pernah juga membangun fasilitas PLTS beberapa tahun lalu dengan anggaran yang sangat besar, namun hanya beroperasi satua dua bulan dan sampai saat ini tidak pernah lagi dioperasikan.

Adapun untuk mengoperasikan PLTD Kokonao, jajaran PLN Timika kini sedang membangun jaringan listrik ke rumah-rumah warga.

"Masyarakat di Kokonao informasinya kini sudah membayar biaya penyambungan baru ke PLN. Baru-baru ini saat berkunjung ke Kokonao, warga hanya minta dua hal yaitu listrik harus menyala sebelum memasuki hari raya Natal dan jaringan Telkomsel tidak boleh mati hidup, mati hidup," kata John.

Menyangkut kondisi jaringan Telkomsel yang tidak bagus di Kokonao itu, John mengatakan hal itu semata-mata karena persoalan suplai daya listrik yang tidak memadai.

Saat awal dioperasikan pada 2018, Pemkab Mimika mengoperasikan dua mesin generator berkapasitas masing-masing 10 KWH untuk mendukung suplai daya tower BTS Telkomsel Kokonao. Namun dua mesin generator itu sudah rusak.

Akhirnya Telkomsel mengoperasikan mesin generator berkapasitas 20 KWH untuk mendukung suplai daya tower BTS Kokonao, namun juga kemudian mengalami kerusakan.

"Karena mesin generator bantuan Pemda dan Telkomsel sendiri rusak semua, akhirnya Telkomsel bekerja sama dengan masyarakat yang punya mesin generator. Tapi itu juga tidak maksimal karena jam beroperasinya mesin generator milik perorangan itu paling 2-3 jam," jelas John.

Dengan akan segera beroperasinya PLTD Kokonao, John berharap ke depan masyarakat sekitar Kokonao tidak saja bisa menikmati penerangan listrik selama 12 jam, tetapi juga bisa menikmati fasilitas sinyal Telkomsel untuk bisa melakukan komunikasi dengan warga di tempat lain.
 

Pewarta : Evarianus Supar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024