Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha rutin menggelar tes COVID-19 untuk seluruh pegawai demi mencegah penyebaran COVID-19 dan memastikan keamanan serta keselamatan layanan kekonsuleran yang diberikan kepada warga negara Indonesia di Qatar.

“Tes untuk para staf tersebut dipandang krusial karena dalam kesehariannya mereka selalu berhubungan dengan pelayanan masyarakat,” kata KBRI Doha sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Tes usap COVID-19 paling anyar berlangsung akhir pekan lalu dan diikuti oleh seluruh staf KBRI Doha, termasuk di antaranya Duta Besar RI untuk Qatar Ridwan Hassan. “[...] hasil keseluruhan negatif,” terang KBRI Doha.

Di samping melakukan pemeriksaan rutin, KBRI Doha lewat pernyataan tertulis yang sama menyampaikan pihaknya rutin menggelar sosialisasi kesehatan serta sterilisasi ruangan demi mencegah penyebaran SARS-CoV-2, penyebab COVID-19. Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat pada seluruh kegiatan di kedutaan, kata kantor perwakilan RI di Qatar menambahkan.

Sejak Maret 2020 atau saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, KBRI Doha membentuk satuan tugas penanganan COVID-19 untuk membantu dan memastikan pelindungan kepada 16.000 WNI yang tinggal dan bekerja di Qatar.

“Satgas di antaranya telah mengoordinasi pemberian 874 paket bantuan sosial kepada WNI terdampak COVID-19 yang terdiri atas 187 paket dari KBRI, 187 paket dari komunitas WNI di Qatar dan 500 paket hasil kerja sama dengan Qatar Charity,” terang KBRI Doha.

Sejauh ini, ada 185 WNI di Qatar yang terkonfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah itu, 173 di antaranya telah pulih, satu WNI meninggal dunia dan 11 WNI masih menjalani karantina dan perawatan.

“Tujuh WNI menjalani karantina mandiri dan empat lainnya dikarantina pemerintah/perusahaan yang mempekerjakannya,” kata pihak kedutaan menjelaskan.

Otoritas di Qatar mengumumkan per 21 Desember 2020 total 142.159 orang positif kena COVID-19. Sebanyak 139.927 pasien sembuh dan 243 lainnya meninggal dunia akibat penyakit menular itu. Lebih dari 1.900 pasien di Qatar masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Terkait pengadaan vaksin, Pemerintah Qatar telah meneken perjanjian pembelian dengan Pfizer dan BioNTech. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer tiba di Qatar pada Senin (21/12). Otoritas kesehatan setempat mengumumkan prioritas awal penerima vaksin adalah penduduk berusia 65 tahun ke atas, pengidap penyakit kronis dan tenaga kesehatan.
 


Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024