Jakarta (ANTARA) -
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyoroti realisasi vaksinasi COVID-19 untuk lansia yang dinilai masih rendah.
 
"DPR mendorong Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah (Pemda) dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengevaluasi vaksinasi lansia yang sudah berjalan sejauh ini," kata Azis dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa.
 
Langkah itu, kata dia, penting dilakukan untuk mencari penyebab rendahnya realisasi vaksinasi lansia, sehingga didapat solusi untuk mempercepat vaksinasi.
 
Capaian vaksinasi COVID-19 untuk kategori lansia masih sangat rendah. Dari total target vaksinasi sebanyak 21 juta, hingga 30 Maret 2021 lalu baru 1.489.322 orang (6,91 persen) yang mendapatkan vaksinasi pertama, sedangkan baru 135.537 lansia yang sudah mendapatkan vaksinasi kedua.
 
Oleh karena itu, kata Azis, DPR juga mendorong Kemenkes, Pemda, dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk menggunakan cara jemput bola dengan mendatangi rumah masyarakat yang sudah terdaftar sebagai penerima vaksin lansia.
 
"Ke depan tidak terfokus dengan membangun sentra vaksinasi, sebab bisa saja kendala jarak yang jauh dan sebagainya menjadi persoalan rendahnya lansia yang mengikuti program vaksinasi," papar Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.
 
DPR juga mendorong pemerintah mengoptimalkan program vaksinasi anak muda dengan syarat membawa dua lansia dengan memperluas cakupan program tersebut, sehingga diharapkan dapat mempercepat realisasi vaksinasi lansia.
 
Pemda, kata dia, juga diminta melalui Dinkes untuk bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat serta perangkat desa seperti RT dan RW untuk terjun menyosialisasikan vaksinasi lansia kepada masyarakat kategori lansia di wilayahnya. Ini berguna membuat masyarakat lansia tergerak dan bersedia untuk divaksin.
 
Azis Syamsuddin meminta pemerintah memperhatikan stok vaksin yang akan diberikan untuk lansia mengingat adanya embargo oleh sejumlah negara produsen vaksin berpotensi menghambat program vaksinasi yang sedang berjalan saat ini.
 
Dia pun mengimbau seluruh masyarakat khususnya yang masuk dalam kategori lansia untuk berperan aktif dalam program vaksinasi COVID-19.
 
"Ini penting mengingat melalui vaksinasi dan protokol kesehatan yang ketat dapat meminimalisir potensi tertular virus Corona, sebab kategori lansia merupakan kategori yang paling rawan terpapar dan memiliki risiko kematian yang tinggi," ujar Azis Syamsuddin menjelaskan.
 

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024