Makassar (ANTARA) -
Tiga sekolah menengah atas (SMA) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan resmi melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas, Jumat.
 
"Untuk uji coba pembelajaran tatap muka terbatas yang kita launching hari ini baru berlaku kepada tiga sekolah yakni SMA Negeri 21, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 2 Makassar," kata Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
 
Para siswa nantinya akan mulai aktif belajar pada Senin, 11 April 2021.
 
Ia menjelaskan, selama masa uji coba ini, setiap sekolah akan membatasi kehadiran siswa atau hanya diikuti oleh 50 persen siswa dari jumlah siswa setiap kelas.
 
Para siswa dalam proses belajar mengajar tersebut, hanya diberikan waktu selama tiga jam.
 
"Untuk waktunya juga hanya dua kali seminggu yakni Senin dan Kamis. Selama uji coba ini, setiap guru dan murid harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.
 
Andi Sudirman mengatakan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas ini dilakukan setelah mendapatkan keluhan masyarakat selama belajar daring. Apalagi masih ada sarana infrastruktur di Sulsel yang tidak terjangkau signal.
 
Ke depannya, akan dilakukan evaluasi lebih lanjut dari tingkat bawah atau secara sistem bottom-up.
 
"Nantinya satu bulan ke depan kita akan lakukan evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas ini. Apalagi sekolah sudah melakukan sistem zonasi, jadi para siswa tinggal tak jauh dari sekolah, jadi lebih mudah untuk dikontrol," katanya.
 
Plt Gubernur Sulsel mengajak komite sekolah, serta masyarakat sekitar untuk bersama mengawasi dan melaporkan jika ada kejadian untuk menjadi bahan evaluasi.
 
"Kita berharap protokol kesehatan tentu harus diberlakukan sangat ketat, kita harus meyakinkan anak-anak aman saat datang dan aman saat pulang," paparnya.
 
Ia berharap adanya keterbukaan, kepercayaan dan sportivitas dengan kondisi di lingkungan, sebelum para siswa melakukan pembelajaran tatap muka terbatas.
 
"Mudah-mudahan sekolah ini bisa menjadi rujukan. Uji coba tatap muka terbatas dan bulan depan kita melihat bagaimana keadaan sekolah untuk dipresentasikan secara keilmuan, bagaimana pergerakannya," tuturnya.

Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024