Tak akan ada upacara kenegaraan pemakaman Pangeran Philip
Sabtu, 10 April 2021 3:36 WIB
Penjaga Kastil Windsor memindahkan bunga yang diletakkan oleh masyarakat setelah diumumkan bahwa Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, telah meninggal dunia pada umur 99 tahun, di Windsor, di dekat London, Britain, Jumat (9/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Peter Nicholls/rwa/cfo
London (ANTARA) - Mendiang suami Ratu Inggris Elizabeth, Pangeran Philip, tidak akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan karena pembatasan berkaitan dengan pandemi COVID-19.
"Jenazah Yang Mulia akan disemayamkan di Kastil Windsor menjelang pemakaman di Kapel St George. Ini sejalan dengan kebiasaan dan keinginan Yang Mulia," kata College of Arms, lembaga yang mengatur tata upacara Kerajaan Inggris, dalam sebuah pernyataan.
"Pengaturan pemakaman telah direvisi mengingat keadaan yang berkaitan dengan pandemi COVID-19, dan dengan menyesal diminta agar masyarakat tidak berusaha untuk menghadiri atau berpartisipasi dalam acara apa pun untuk menggantikan (upacara) pemakaman."
Philip menghabiskan empat minggu di rumah sakit awal tahun ini untuk perawatan infeksi dan menjalani operasi jantung, tetapi kembali ke Windsor pada awal Maret. Dia meninggal dunia pada Jumat, dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-100.
Pesona dan keengganan sang pangeran untuk mentolerir orang-orang yang dianggapnya bodoh atau penjilat, membuatnya dihormati oleh sebagian warga Inggris. Namun bagi sejumlah orang, sikapnya yang terkadang kasar membuatnya tampak kasar dan penyendiri.
Dia adalah favorit para editor surat kabar yang ingin mendapatkan komentar yang berbeda di acara-acara resmi.
Mantan perwira angkatan laut, yang bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Inggris selama perang, itu mengakui bahwa dia merasa sulit untuk melepaskan karir militer yang dia cintai untuk mengambil peran sebagai suami ratu--yang menurut dia tanpa ketentuan yang jelas.
Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Pangeran Philip telah membantu membimbing keluarga kerajaan dan monarki sehingga mereka tetap menjadi bagian yang "sangat penting untuk keseimbangan dan kebahagiaan kehidupan nasional" Inggris.
"Kepada Yang Mulia dan keluarganya, perhatian bangsa harus kita tujukan hari ini. Karena mereka telah kehilangan bukan hanya figur publik yang sangat dicintai dan sangat dihormati, tetapi juga suami yang setia dan ayah, kakek, yang bangga dan penuh kasih, dan, dalam beberapa tahun terakhir (juga menjadi) kakek buyut," kata Johnson.
Sumber: Reuters
"Jenazah Yang Mulia akan disemayamkan di Kastil Windsor menjelang pemakaman di Kapel St George. Ini sejalan dengan kebiasaan dan keinginan Yang Mulia," kata College of Arms, lembaga yang mengatur tata upacara Kerajaan Inggris, dalam sebuah pernyataan.
"Pengaturan pemakaman telah direvisi mengingat keadaan yang berkaitan dengan pandemi COVID-19, dan dengan menyesal diminta agar masyarakat tidak berusaha untuk menghadiri atau berpartisipasi dalam acara apa pun untuk menggantikan (upacara) pemakaman."
Philip menghabiskan empat minggu di rumah sakit awal tahun ini untuk perawatan infeksi dan menjalani operasi jantung, tetapi kembali ke Windsor pada awal Maret. Dia meninggal dunia pada Jumat, dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-100.
Pesona dan keengganan sang pangeran untuk mentolerir orang-orang yang dianggapnya bodoh atau penjilat, membuatnya dihormati oleh sebagian warga Inggris. Namun bagi sejumlah orang, sikapnya yang terkadang kasar membuatnya tampak kasar dan penyendiri.
Dia adalah favorit para editor surat kabar yang ingin mendapatkan komentar yang berbeda di acara-acara resmi.
Mantan perwira angkatan laut, yang bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Inggris selama perang, itu mengakui bahwa dia merasa sulit untuk melepaskan karir militer yang dia cintai untuk mengambil peran sebagai suami ratu--yang menurut dia tanpa ketentuan yang jelas.
Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Pangeran Philip telah membantu membimbing keluarga kerajaan dan monarki sehingga mereka tetap menjadi bagian yang "sangat penting untuk keseimbangan dan kebahagiaan kehidupan nasional" Inggris.
"Kepada Yang Mulia dan keluarganya, perhatian bangsa harus kita tujukan hari ini. Karena mereka telah kehilangan bukan hanya figur publik yang sangat dicintai dan sangat dihormati, tetapi juga suami yang setia dan ayah, kakek, yang bangga dan penuh kasih, dan, dalam beberapa tahun terakhir (juga menjadi) kakek buyut," kata Johnson.
Sumber: Reuters
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel-Kedutaan Besar Inggris akselerasikan pengembangan talenta digital lokal
21 February 2025 14:31 WIB, 2025
Lima kampung Inggris di Supiori membuka peluang kerja pemandu wisata
19 November 2022 16:06 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Indonesia tidak akan izinkan bangun pangkalan militer asing di tanah air
18 April 2025 15:53 WIB, 2025
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024