Wamena (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mengharapkan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi sebagai momentum antarumat beragama dalam menjaga persaudaraan.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jayawijaya Tinus Giban di Wamena, Senin, mengatakan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah harus dijadikan sebagai momentum menjaga tali persaudaraan antarumat beragama.
“Umat Muslim merayakan hari kemenangan karena sebulan berpuasa, maka hari kemenangan ini harus didukung dengan menjaga kebersamaan antara masyarakat di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Menurutnya, kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Jayawijaya harus terus dipupuk melalui berbagai kegiatan salah satunya Idul Fitri.
“Pada momentum ini saudara Nasrani harus berkunjung ke saudara-saudara Muslim dalam memupuk persaudaraan. Begitu pula sebaliknya pada saat perayaan Natal,” ujarnya.
Dia menjelaskan situasi kebersamaan antara umat beragama yang telah terjalin lama harus tetap dipertahankan sebagai lambang perdamaian di Papua Pegunungan.
“Kabupaten Jayawijaya harus menjadi contoh bagi Indonesia tetapi khususnya Tanah Papua bagaimana setiap agama bisa menjalankan ibadah dengan baik tanpa adanya gangguan. Persaudaraan di sini begitu kental, maka perlu dijaga,” katanya.
Dia mengharapkan kepada umat Nasrani maupun umat lainnya untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Mari sama-sama menjaga situasi kamtibmas sehingga siapapun dia di Kabupaten Jayawijaya akan merasa tenang dan damai dalam menjalani hari-harinya,” ujarnya.