Robin Olsen paksa Spanyol telan hasil imbang 0-0 kontra Swedia
Selasa, 15 Juni 2021 8:47 WIB
Kiper tim nasional Swedia Robin Olsen (bawah) mengamankan bola dari kejaran sayap Spanyol Marcos Llorente dalam pertandingan Grup E Euro 2020 di Stadion La Cartuja, Sevilla, Spanyol, Senin (14/6/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Thanassis Stavrakis)
Jakarta (ANTARA) - Kiper Robin Olsen menjadi tokoh antagonis bagi tim nasional Spanyol yang harus menelan hasil nirgol kontra Swedia dalam pertandingan pertama kedua tim di Grup E Euro 2020 yang berlangsung di Stadion La Cartuja, Sevilla, Spanyol, Senin waktu setempat (Selasa WIB).
Catatan statistik laman resmi UEFA memperlihatkan Spanyol mendominasi 75 persen penguasaan bola sepanjang laga, tetapi anak-anak asuh Luis Enrique gagal mengkonversinya menjadi satu gol pun.
Olsen jelas berperan besar atas hal itu, mengingat dia mengamankan lima dari 17 percobaan tembakan Spanyol yang menemui sasaran sepanjang pertandingan.
Penyelamatan gemilang pertama dilakukan Olsen pada menit ke-16 saat ia memperlihatkan reflek gemilang untuk menepis tandukan tajam Dani Olmo menyambut umpan silang brilian kiriman Koke.
Lantas kiper Everton itu juga mampu menghentikan tembakan jarak jauh Olmo tepat di pengujung babak pertama.
Olsen kemudian melakukan dua penyelamatan gemilang lain di pengujung laga untuk mementahkan peluang Gerard Moreno dan Pablo Sarabia.
Di luar penyelamatan-penyelamatan Olsen, Spanyol juga wajib menyalahkan diri mereka sendiri yang gagal memanfaatkan begitu banyak peluang di dalam kotak penalti Swedia sepanjang laga.
Salah satunya, Alvaro Morata, yang membuang sia-sia peluang bagus pada menit ke-38 namun tembakannya melenceng dari sasaran.
Sebaliknya, Alexander Isak menjadi pemain terbaik bagi Swedia kendati mereka tak banyak memiliki penguasaan bola.
Isak nyaris memaksa Marcos Llorente mencetak gol bunuh diri pada menit ke-41 ketika penyerang Real Sociedad itu melepaskan tembakan dari sisi kanan, beruntung bola halauan Llorente membentur tiang gawang sebelum diamankan kiper Unai Simon.
Hasil ini jelas jadi suntikan kepercayaan diri bagi Swedia yang selanjutnya akan menghadapi pemimpin klasemen sementara Grup E, Slovakia, di Saint Petersburg pada Jumat (18/6).
Sedangkan Spanyol harus segera mengatasi kemandulan mereka saat menjamu Polandia di La Cartuja sehari berselang.
Catatan statistik laman resmi UEFA memperlihatkan Spanyol mendominasi 75 persen penguasaan bola sepanjang laga, tetapi anak-anak asuh Luis Enrique gagal mengkonversinya menjadi satu gol pun.
Olsen jelas berperan besar atas hal itu, mengingat dia mengamankan lima dari 17 percobaan tembakan Spanyol yang menemui sasaran sepanjang pertandingan.
Penyelamatan gemilang pertama dilakukan Olsen pada menit ke-16 saat ia memperlihatkan reflek gemilang untuk menepis tandukan tajam Dani Olmo menyambut umpan silang brilian kiriman Koke.
Lantas kiper Everton itu juga mampu menghentikan tembakan jarak jauh Olmo tepat di pengujung babak pertama.
Olsen kemudian melakukan dua penyelamatan gemilang lain di pengujung laga untuk mementahkan peluang Gerard Moreno dan Pablo Sarabia.
Di luar penyelamatan-penyelamatan Olsen, Spanyol juga wajib menyalahkan diri mereka sendiri yang gagal memanfaatkan begitu banyak peluang di dalam kotak penalti Swedia sepanjang laga.
Salah satunya, Alvaro Morata, yang membuang sia-sia peluang bagus pada menit ke-38 namun tembakannya melenceng dari sasaran.
Sebaliknya, Alexander Isak menjadi pemain terbaik bagi Swedia kendati mereka tak banyak memiliki penguasaan bola.
Isak nyaris memaksa Marcos Llorente mencetak gol bunuh diri pada menit ke-41 ketika penyerang Real Sociedad itu melepaskan tembakan dari sisi kanan, beruntung bola halauan Llorente membentur tiang gawang sebelum diamankan kiper Unai Simon.
Hasil ini jelas jadi suntikan kepercayaan diri bagi Swedia yang selanjutnya akan menghadapi pemimpin klasemen sementara Grup E, Slovakia, di Saint Petersburg pada Jumat (18/6).
Sedangkan Spanyol harus segera mengatasi kemandulan mereka saat menjamu Polandia di La Cartuja sehari berselang.
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina ajak pemenang AJP 2020-2021 wilayah timur Indonesia kunjungi IKN
01 June 2022 22:42 WIB, 2022
Pelatih Shin: Indonesia selantai dengan orang mabuk di hotel Piala AFF 2020
02 January 2022 11:42 WIB, 2022
Presiden Joko Widodo bangga atas perjuangan Timnas Indonesia di Piala AFF
02 January 2022 3:02 WIB, 2022
Menpora minta timnas tidak patah semangat di leg kedua Piala AFF 2020
30 December 2021 3:39 WIB, 2021
Ketua IFF harapkan timnas Indonesia tampilkan permainan bervariasi di final
26 December 2021 14:22 WIB, 2021
Shin Tae-yong anggap Indonesia diuntungkan jadwal final Piala AFF 2020
26 December 2021 4:57 WIB, 2021
Wapres Ma'ruf Amin: Terima kasih pelatih dan pemain Timnas Indonesia
26 December 2021 3:29 WIB, 2021
Shin: timnas Indonesia tanpa Egy Maulana leg pertama semifinal Piala AFF 2020
21 December 2021 13:59 WIB, 2021