Pelatih Deshcamps tak mau siapa pun salahkan Mbappe
Selasa, 29 Juni 2021 8:19 WIB
Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps saat memberikan keterangan pers tentang 23 pemain Prancis yang akan dibawa ke Piala Dunia 2014 Brasil (13/5/2014), di Boulogne-Billancourt. ( AFP PHOTO/FRANCK FIFE)
Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas Prancis Didier Deshamps meminta siapa pun tidak menyalahkan Kylian Mbappe setelah striker ini menjadi satu-satunya eksekutor adu penalti sehingga juara Piala Dunai 2018 ini terjegal dalam 16 Besar karena ditumbangkan Swiss dalam 16 besar di National Arena, Bucharest, Rumania, Selasa dini hari tadi.
"Kylian Mbappe luar biasa sedih, seperti halnya semua pemain, tetapi tak boleh ada seorang pun yang menyalahkan dia karena dia diserahi tanggung jawab mengambil tendangan penalti," kata Deschamps dalam laman UEFA.
Deschamps mengaku timnya memang tampil tidak seperti biasanya yang malah memperlihatkan kelemahannya.
"Kami sudah melakukan apa yang kami butuhkan untuk mempertahankan kedudukan 3-1, dan lalu kami menunjukkan kelemahan, hal yang tidak biasa bagi kami," sambung Deschamps.
"Kalah adu penalti itu selalu kejam untuk tim mana pun," kata dia lagi.
Bek Prancis Raphael Varane mengamini sang pelatih dengan menyebut adu penalti itu bagaikan berjudi.
"Adua penalti itu lotre. Kami bisa saja mencetak skor pada babak perpanjangan waktu karena kami memiliki banyak peluang untuk melakukannya. Akan tetap tenang di ruang ganti pemain dan kami semua fokus kepada tujuan-tujuan mendatang kami," kata Varane.
Namun bek yang diincar Manchester United ini mengaku sangat terpukul oleh kekalahan tersebut.
"Sungguh mengecewakan. Kami berantakans ekali pada babak pertama. Kami menjawabnya pada babak kedua tapi itu kemudian membuat mereka mendapatkan ruang dan mereka bisa bangkit."
"Kylian Mbappe luar biasa sedih, seperti halnya semua pemain, tetapi tak boleh ada seorang pun yang menyalahkan dia karena dia diserahi tanggung jawab mengambil tendangan penalti," kata Deschamps dalam laman UEFA.
Deschamps mengaku timnya memang tampil tidak seperti biasanya yang malah memperlihatkan kelemahannya.
"Kami sudah melakukan apa yang kami butuhkan untuk mempertahankan kedudukan 3-1, dan lalu kami menunjukkan kelemahan, hal yang tidak biasa bagi kami," sambung Deschamps.
"Kalah adu penalti itu selalu kejam untuk tim mana pun," kata dia lagi.
Bek Prancis Raphael Varane mengamini sang pelatih dengan menyebut adu penalti itu bagaikan berjudi.
"Adua penalti itu lotre. Kami bisa saja mencetak skor pada babak perpanjangan waktu karena kami memiliki banyak peluang untuk melakukannya. Akan tetap tenang di ruang ganti pemain dan kami semua fokus kepada tujuan-tujuan mendatang kami," kata Varane.
Namun bek yang diincar Manchester United ini mengaku sangat terpukul oleh kekalahan tersebut.
"Sungguh mengecewakan. Kami berantakans ekali pada babak pertama. Kami menjawabnya pada babak kedua tapi itu kemudian membuat mereka mendapatkan ruang dan mereka bisa bangkit."
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas naik setelah Rusia serang pembangkit nuklir terbesar di Eropa
04 March 2022 9:31 WIB, 2022
Pemain timnas Zahra Muzadalifah klaim segera susul Shalika berkarier di Eropa
14 January 2022 15:02 WIB, 2022
Gabung Roma CF, Shalika Aurelia pesepak bola putri Indonesia pertama di Eropa
10 January 2022 17:19 WIB, 2022
BNI Xpora mendukung UMKM Jatim ekspor porang ke pasar Asia hingga Eropa
27 December 2021 21:23 WIB, 2021
Dolar kuat, euro jatuh saat kekhawatiran situasi COVID-19 Eropa meningkat
22 November 2021 16:04 WIB, 2021
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Komisi IV DPR Papua Pegunungan minta pemda bangun sarana olahraga di Jayawijaya
17 April 2026 8:47 WIB