Anggota DPR Yan Mandenas: RUU Otsus Papua atur hak pendidikan dan kesehatan
Selasa, 13 Juli 2021 19:08 WIB
Anggota DPR RI Yan P. Mandenas. ANTARA/Dhias Suwandi
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Yan P. Mandenas menyatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua mengatur hak pendidikan dan kesehatan orang asli Papua (OAP).
"Fraksi Partai Gerindra berhasil memasukkan ayat yang mengatur mengenai adanya alokasi anggaran dari dana otonomi khusus untuk membiayai hak pendidikan orang asli Papua hingga perguruan tinggi, termasuk alokasi khusus bagi pembiayaan kesehatan orang asli Papua," kata Yan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Dengan adanya kebijakan baru tersebut, Yan berharap akan terus memacu pembangunan kualitas manusia orang asli Papua pada masa depan.
Selain itu, di bidang ekonomi, Yan menyatakan akan ada peningkatan dana otonomi khusus, yang semula hanya 2 persen menjadi 2,25 persen dari dana alokasi umum (DAU).
Selanjutnya, ada perbaikan dalam tata kelola pemerintahan, yakni adanya penekanan pada aspek perbaikan koordinasi dan peningkatan pengawasan.
Ditegaskan pula bahwa pengawasan itu akan dilakukan DPR, DPD, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, dan perguruan tinggi.
Pansus juga mendorong agar ke depan pembangunan ekonomi di Papua diprioritaskan pada pembangunan di level kampung, mengingat orang asli Papua banyak berada di wilayah tersebut.
Yan yang juga Wakil Ketua Pansus menyatakan bahwa RUU Otsus akan ada pembentukan suatu badan khusus yang berada di bawah Presiden guna melaksanakan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi mengenai pelaksanaan otonomi khusus Papua.
"Kami berharap melalui badan ini pelaksanaan otonomi khusus dan pembangunan di Papua akan makin terintegrasi dan terarah," ujar Yan.
Satu tahap lagi RUU Otsus Papua tahap dua disahkan menjadi undang-undang sehingga dia berharap semua pihak untuk menyudahi polemik maupun pertentangan pendapat mengenai agenda perubahan tersebut.
"Mari kawal bersama supaya setelah disahkan pelaksanaannya oleh Pemerintah berjalan sungguh-sungguh sesuai dengan harapan dan kepentingan orang asli Papua," kata Yan, anggota DPR mewakili masyarakat Papua.
"Fraksi Partai Gerindra berhasil memasukkan ayat yang mengatur mengenai adanya alokasi anggaran dari dana otonomi khusus untuk membiayai hak pendidikan orang asli Papua hingga perguruan tinggi, termasuk alokasi khusus bagi pembiayaan kesehatan orang asli Papua," kata Yan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Dengan adanya kebijakan baru tersebut, Yan berharap akan terus memacu pembangunan kualitas manusia orang asli Papua pada masa depan.
Selain itu, di bidang ekonomi, Yan menyatakan akan ada peningkatan dana otonomi khusus, yang semula hanya 2 persen menjadi 2,25 persen dari dana alokasi umum (DAU).
Selanjutnya, ada perbaikan dalam tata kelola pemerintahan, yakni adanya penekanan pada aspek perbaikan koordinasi dan peningkatan pengawasan.
Ditegaskan pula bahwa pengawasan itu akan dilakukan DPR, DPD, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, dan perguruan tinggi.
Pansus juga mendorong agar ke depan pembangunan ekonomi di Papua diprioritaskan pada pembangunan di level kampung, mengingat orang asli Papua banyak berada di wilayah tersebut.
Yan yang juga Wakil Ketua Pansus menyatakan bahwa RUU Otsus akan ada pembentukan suatu badan khusus yang berada di bawah Presiden guna melaksanakan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi mengenai pelaksanaan otonomi khusus Papua.
"Kami berharap melalui badan ini pelaksanaan otonomi khusus dan pembangunan di Papua akan makin terintegrasi dan terarah," ujar Yan.
Satu tahap lagi RUU Otsus Papua tahap dua disahkan menjadi undang-undang sehingga dia berharap semua pihak untuk menyudahi polemik maupun pertentangan pendapat mengenai agenda perubahan tersebut.
"Mari kawal bersama supaya setelah disahkan pelaksanaannya oleh Pemerintah berjalan sungguh-sungguh sesuai dengan harapan dan kepentingan orang asli Papua," kata Yan, anggota DPR mewakili masyarakat Papua.
Pewarta : Fauzi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Jayapura sebut dana otsus tepat sasaran jadi kunci percepatan pembangunan
14 May 2026 11:50 WIB
Pemprov Papua Pegunungan sebut alokasi dana Otsus 2026 sebesar Rp500,63 miliar
03 May 2026 21:21 WIB
Bappenas harap optimalisasi Otsus tingkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan
29 April 2026 21:37 WIB
Bappenas dorong implementasi Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul di Papua Pegunungan
29 April 2026 21:36 WIB
Gubernur Papua sebut Dana Otsus Rp12,69 T dapat percepat bangun daerah tertinggal
14 April 2026 18:41 WIB