Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid, meminta TNI dan Polri menumpas jaringan penyuplai senjata bagi kelompok bersenjata di Papua agar konflik berkepanjangan dapat segera diakhiri.

"Menurut saya akar (persoalan) yang harus kita cari, salah satunya adalah jejaring mereka harus diputus, termasuk jaringan untuk mendapatkan senjata," kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia katakan itu terkait kejadian kontak senjata antara personel TNI Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG dari Batalion Infantri 403/WP dengan kelompok bersenjata itu di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9).

Ia menyayangkan kontak senjata terjasi, yang menyebabkan anggota TNI tertembak dan ada fasilitas umum setempat dibakar.  "Saya harap pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi konflik di Papua lebih holistik dan lebih canggih sehingga KKB di Papua dapat ditumpas hingga ke akar-akarnya," ujarnya.

Menurut dia, konflik yang berkepanjangan dan selalu berulang di Papua menunjukkan kurang canggihnya aparat dalam pemetaan lapangan sekaligus memitigasi dan mengantisipasi setiap gerakan kelompok bersenjata itu.

Ia mencontohkan, dalam hal suplai dan jenis senjata yang mereka pakai, tidak mungkin senjata yang dipakai diproduksi di Papua.

"KKB bukan kelompok yang terlalu besar, semestinya TNI yang sedemikian besar bisa menumpas ini sampai ke akar-akarnya sehingga tidak terus muncul setiap tahun, setiap musim. Salah satunya mencari otak dan penyuplai senjata darimana mereka mendapatkan senjatanya," katanya.

Selain itu, dia menilai dalam menangani persoalan di Papua harus dilakukan dengan pendekatan lain yaitu kemanusiaan, kebudayaan, dan kesejahteraan.

Menurut anggota Komisi III DPR itu, pendekatan itu pernah dilakukan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Sebelumnya, kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9).

Dalam kontak tembak itu dilaporkan satu anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG dari Batalion Infantri 403/WP terluka di bagian lengan kanan akibat terkena pecahan peluru dan kondisinya stabil.

Selain itu, kelompok bersenjata itu membakar fasilitas umum di sana, di antaranya puskesmas, kantor kas BPD Papua, dan gedung sekolah dasar.


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024