Saham Inggris positif, indeks FTSE 100 menguat 0,13 persen
Sabtu, 18 Desember 2021 3:43 WIB
Bursa Saham London, Inggris (Reuters)
London (ANTARA) - Saham-saham Inggris berakhir di wilayah positif pada perdagangan Jumat waktu setempat (17/12) memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London menguat 0,13 persen atau 9,31 poin menjadi menetap di 7.269,921 poin.
Indeks FTSE melonjak 1,25 persen atau 89,86 poin menjadi 7.260,61 poin pada Kamis (16/12) setelah melemah 0,66 persen atau 47,89 poin menjadi 7.170,75 poin pada Rabu (15/12/2021), dan berkurang 0,18 persen atau 12,80 poin menjadi 7.218,64 poin pada Selasa (14/12).
International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Inggris-Spanyol, melonjak 3,95 persen menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.
Diikuti oleh saham perusahaan pengolahan makanan dan ritel multinasional Inggris yang meningkat 3,66 persen, serta kelompok perusahaan penerbitan, intelijen bisnis, dan pameran multinasional Inggris Informa terangkat 3,29 persen.
Sementara itu, Croda International, sebuah perusahaan kimia khusus Inggris, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya kehilangan 3,15 persen.
Disusul oleh saham perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris-Belanda Royal Dutch Shell yang tergelincir 2,09 persen, serta perusahaan produsen produk untuk sistem manajemen uap, pompa peristaltik dan teknologi jalur fluida Spirax-Sarco Engineering jatuh 2,04 persen.
Indeks FTSE melonjak 1,25 persen atau 89,86 poin menjadi 7.260,61 poin pada Kamis (16/12) setelah melemah 0,66 persen atau 47,89 poin menjadi 7.170,75 poin pada Rabu (15/12/2021), dan berkurang 0,18 persen atau 12,80 poin menjadi 7.218,64 poin pada Selasa (14/12).
International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Inggris-Spanyol, melonjak 3,95 persen menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.
Diikuti oleh saham perusahaan pengolahan makanan dan ritel multinasional Inggris yang meningkat 3,66 persen, serta kelompok perusahaan penerbitan, intelijen bisnis, dan pameran multinasional Inggris Informa terangkat 3,29 persen.
Sementara itu, Croda International, sebuah perusahaan kimia khusus Inggris, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya kehilangan 3,15 persen.
Disusul oleh saham perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris-Belanda Royal Dutch Shell yang tergelincir 2,09 persen, serta perusahaan produsen produk untuk sistem manajemen uap, pompa peristaltik dan teknologi jalur fluida Spirax-Sarco Engineering jatuh 2,04 persen.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel-Kedutaan Besar Inggris akselerasikan pengembangan talenta digital lokal
21 February 2025 14:31 WIB, 2025
Lima kampung Inggris di Supiori membuka peluang kerja pemandu wisata
19 November 2022 16:06 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Gubernur Papua komitmen kembangkan Bandara Serui perkuat konektivitas transportasi
22 May 2026 9:46 WIB