Saham Inggris melemah, indeks FTSE 100 merosot 0,99 persen
Selasa, 21 Desember 2021 7:42 WIB
Ilustrasi - Saham-saham Inggris merosot pada perdagangan Senin (16/8/2021) (ANTARA/Juns)
London (ANTARA) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin waktu setempat (20/12), berbalik melemah dari keuntungan dua hari berturut-turut dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London merosot 0,99 persen atau 71,89 poin, menjadi menetap di 7.198,03 poin.
Indeks FTSE menguat 0,13 persen atau 9,31 poin menjadi 7.269,921 poin pada Jumat (17/12), setelah melonjak 1,25 persen atau 89,86 poin menjadi 7.260,61 poin pada Kamis (16/12) dan melemah 0,66 persen atau 47,89 poin menjadi 7.170,75 poin pada Rabu (15/120).
Antofagasta, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan tambang tembaga di Chile serta melakukan kegiatan eksplorasi di Chili dan Peru, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya kehilangan menukik 5,51 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan grup perusahaan penerbitan, intelijen bisnis, dan pameran multinasional Inggris Informa yang anjlok 5,30 persen, serta perusahaan teknologi informasi Inggris-Amerika yang berspesialisasi dalam pertahanan siber Darktrace tergelincir 4,62 persen.
Sementara itu, Rentokil Initial, perusahaan yang menyediakan manajemen fasilitas terintegrasi dan layanan dukungan penting untuk pemerintah dan sektor komersial multinasional Inggris melonjak 6,50 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan jasa pos dan kurir multinasional Inggris Royal Mail yang meningkat 1,47 persen, serta perusahaan pengembang, penerbit, dan distributor perangkat lunak akuntansi dan penggajian untuk sistem komputer pribadi Sage Group menguat 1,20 persen.
Indeks FTSE menguat 0,13 persen atau 9,31 poin menjadi 7.269,921 poin pada Jumat (17/12), setelah melonjak 1,25 persen atau 89,86 poin menjadi 7.260,61 poin pada Kamis (16/12) dan melemah 0,66 persen atau 47,89 poin menjadi 7.170,75 poin pada Rabu (15/120).
Antofagasta, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan tambang tembaga di Chile serta melakukan kegiatan eksplorasi di Chili dan Peru, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya kehilangan menukik 5,51 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan grup perusahaan penerbitan, intelijen bisnis, dan pameran multinasional Inggris Informa yang anjlok 5,30 persen, serta perusahaan teknologi informasi Inggris-Amerika yang berspesialisasi dalam pertahanan siber Darktrace tergelincir 4,62 persen.
Sementara itu, Rentokil Initial, perusahaan yang menyediakan manajemen fasilitas terintegrasi dan layanan dukungan penting untuk pemerintah dan sektor komersial multinasional Inggris melonjak 6,50 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan jasa pos dan kurir multinasional Inggris Royal Mail yang meningkat 1,47 persen, serta perusahaan pengembang, penerbit, dan distributor perangkat lunak akuntansi dan penggajian untuk sistem komputer pribadi Sage Group menguat 1,20 persen.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel-Kedutaan Besar Inggris akselerasikan pengembangan talenta digital lokal
21 February 2025 14:31 WIB, 2025
Lima kampung Inggris di Supiori membuka peluang kerja pemandu wisata
19 November 2022 16:06 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Gubernur Papua komitmen kembangkan Bandara Serui perkuat konektivitas transportasi
22 May 2026 9:46 WIB