Man City puncaki Deloitte Money klub kaya di dunia
Rabu, 23 Maret 2022 3:52 WIB
Manajer Manchester City Pep Guardiola (tengah) dan staff berfoto bersama dengan trofi saat merayakan keberhasilan menjadi juara Liga Premier di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Minggu (23/5/2021) waktu setempat. ANTARA FOTO/Peter Powell/Pool via REUTERS/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Manchester City untuk pertama kalinya menduduki puncak Deloitte Football Money League sebagai klub dengan pendapatan tertinggi di dunia selama musim 2020-21 yang terdampak pandemi COVID-19.
Pemimpin daftar ini sebelumnya, Barcelona, turun ke urutan keempat yang merupakan posisi terendah klub Spanyol ini sejak musim 2013-2014.
Man City yang dimiliki Abu Dhabi ini berpendapatan 644,9 juta euro, naik enam peringkat.
Juara Liga Premier dan pemimpin klasemen musim ini menjadi klub keempat yang menduduki puncak Money League setelah Barcelona, Real Madrid dan Manchester United.
Real Madrid (640,7 juta euro) berada pada urutan kedua dan Bayern Muenchen (611,4 juta euro) menempati peringkat ketiga. Manchester United sendiri mendudukli urutan kelima yang merupakan peringkat terendahyn, Paris Saint-Germain keenam dan Liverpool ketujuh.
Juara Eropa Chelsea yang pemiliknya miliarder asal Rusia Roman Abramovich dikenai sanksi oleh Inggris setelah invasi Rusia ke Ukraina, menduduki urutan kedelapan.
Sebelas dari 20 klub teratas berasal dari Liga Premier, termasuk Wolverhampton Wanderers yang untuk pertama kalinya masuk daftar ini dengan menempati posisi ke-17.
Sebaliknya klub Serie A Italia AC Milan mendukui peringkat ke-19.
"Dampak COVID-19 sangat mencolok dengan tiadanya penonton di dalam stadion yang menyebabkan pendapatan matchday mencapai terendah dalam 25 tahun," kata laporan itu seperti dikutip Reuters.
Laporan itu menyebut klub-klub Money League kehilangan pendapatan lebih dari 2 miliar euro dari pertengahan musim 2019-2020 hingga akhir musim 2020-2021.
Pemimpin daftar ini sebelumnya, Barcelona, turun ke urutan keempat yang merupakan posisi terendah klub Spanyol ini sejak musim 2013-2014.
Man City yang dimiliki Abu Dhabi ini berpendapatan 644,9 juta euro, naik enam peringkat.
Juara Liga Premier dan pemimpin klasemen musim ini menjadi klub keempat yang menduduki puncak Money League setelah Barcelona, Real Madrid dan Manchester United.
Real Madrid (640,7 juta euro) berada pada urutan kedua dan Bayern Muenchen (611,4 juta euro) menempati peringkat ketiga. Manchester United sendiri mendudukli urutan kelima yang merupakan peringkat terendahyn, Paris Saint-Germain keenam dan Liverpool ketujuh.
Juara Eropa Chelsea yang pemiliknya miliarder asal Rusia Roman Abramovich dikenai sanksi oleh Inggris setelah invasi Rusia ke Ukraina, menduduki urutan kedelapan.
Sebelas dari 20 klub teratas berasal dari Liga Premier, termasuk Wolverhampton Wanderers yang untuk pertama kalinya masuk daftar ini dengan menempati posisi ke-17.
Sebaliknya klub Serie A Italia AC Milan mendukui peringkat ke-19.
"Dampak COVID-19 sangat mencolok dengan tiadanya penonton di dalam stadion yang menyebabkan pendapatan matchday mencapai terendah dalam 25 tahun," kata laporan itu seperti dikutip Reuters.
Laporan itu menyebut klub-klub Money League kehilangan pendapatan lebih dari 2 miliar euro dari pertengahan musim 2019-2020 hingga akhir musim 2020-2021.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel-Kedutaan Besar Inggris akselerasikan pengembangan talenta digital lokal
21 February 2025 14:31 WIB, 2025
Lima kampung Inggris di Supiori membuka peluang kerja pemandu wisata
19 November 2022 16:06 WIB, 2022
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Komisi IV DPR Papua Pegunungan minta pemda bangun sarana olahraga di Jayawijaya
17 April 2026 8:47 WIB