Wamena (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, sudah membangun kerja sama dengan beberapa maskapai untuk menambah pesawat pengangkut beras dari Jayapura dan Merauke ke Jayawijaya.

Kepala Perum Bulog Wamena Riyadi di Wamena, Selasa, mengatakan sebelumnya Bulog hanya menjalin kerja sama dengan satu maskapai pengangkut karena terjadi penyesuaian harga terbaru berdasarkan harga minyak dunia.

"Tetapi sekarang kita sudah menggunakan tiga maskapai. Namun itu juga masih bisa berubah tergantung kesepakatan pengangkutan dan harga," kata Riyadi.

Setelah mendapat dukungan dari tiga armada penerbangan, lanjutnya, dalam sehari Bulog Wamena bisa mendatangkan hingga 50 ton beras.

"Terkadang satu maskapai bisa memuat 20-30 ton namun ada juga yang turun, tergantung kesiapan mereka," katanya.

Bulog Wamena menargetkan sebulan ini bisa mengangkut 2.000 ton beras jika tidak terkendala cuaca buruk, agar tidak ada utang penyaluran Tahun 2022 yang dilanjutkan pada Tahun 2023.

"Kami optimis Desember ini bisa tersalurkan sampai selesai dan tidak ada utang penyaluran lagi di tahun berikutnya. Sampai saat ini kami terus berusaha mengejar dan sementara yang berjalan ini penyaluran bulan September," katanya.

Beras yang didatangkan itu untuk jatah aparatur sipil negara maupun personel TNI/Polri yang tersebar di enam kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Saat ini Bulog Wamena memiliki 100 ton beras yang ditampung sebagai cadangan pangan. "Ini di tampung dalam gudang sebagai cadangan bila mana kalau ada bencana alam atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Riyadi.
 

Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024