Wamena (ANTARA) - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 511/DY mendukung Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menyukseskan program penanganan stunting di daerah setempat.
Danpos Balingga Satgas Pamtas Yonif 511/DY Lettu Inf Arif Jumaedi dalam keterangan tertulis di Wamena, Jumat, mengatakan pihaknya membantu pelayanan kesehatan di Puskesmas Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, untuk mensukseskan program penanganan stunting.
"Kami dari Pos Balingga membantu serta bersinergi pemeriksaan kesehatan dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Balingga dalam upaya mendukung program pemerintah mempercepat penurunan angka stunting," katanya.
Menurut dia, kegiatan ini merupakan bagian dari program nonfisik Satgas TNI yang fokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
"Selain melakukan pemantauan tumbuh kembang balita melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, kolaborasi ini juga mencakup pemberian imunisasi rutin serta edukasi gizi bagi ibu hamil, menyusui dan lansia," ujarnya.
Dia menjelaskan kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk aspek keamanan atau pembangunan fisik, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan generasi masa depan.
"Kami berkomitmen membantu puskesmas dan kader Posyandu untuk memastikan setiap anak di wilayah ini mendapatkan layanan kesehatan yang layak," katanya.
Dia menambahkan sinergi ini adalah langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045 dengan memastikan anak-anak di daerah pedalaman Papua bertumbuh sehat dan terhindar dari stunting.
"Kegiatan posyandu kolaboratif ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan dalam pemantauan kesehatan lansia, ibu dan anak di tingkat komunitas. Kegiatan posyandu berjalan lancar, aman dan penuh semangat kebersamaan," ujarnya.
Kepala Puskesmas Balingga Reni Wenda mengapresiasi dukungan prajurit TNI yang aktif membantu mobilisasi warga dan pendampingan tenaga medis dalam pelayanan di Posyandu Balingga.
"Bantuan dari Satgas TNI 511/DY berarti, terutama dalam menjangkau warga yang tinggal di lokasi terpencil. Hal ini meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke posyandu secara signifikan,” katanya.