Jayapura (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua mencatat sebanyak 1.169 industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan berbasis budaya lokal tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Bumi Cenderawasih.
Ketua Dekranasda Provinsi Papua Ra’Fatul M. Fakhiri di Jayapura, Rabu mengatakan, industri kerajinan di Papua tumbuh dari kekayaan budaya dan adat istiadat setempat, sehingga memiliki nilai seni tinggi sekaligus berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Industri kerajinan Papua berbasis budaya lokal dan memiliki nilai seni yang tinggi. Sebagian besar pelakunya adalah Mama-Mama Papua dan perajin lokal,” katanya saat menghadiri pembukaan Dekranasda Papua, di Jayapura.
Menurut Ra’Fatul, IKM kerajinan tersebut tersebar di Kota Jayapura serta delapan kabupaten lainnya, dengan sebaran terbesar berada di Kabupaten Biak Numfor dan Kepulauan Yapen.
“Di Kabupaten Biak Numfor tercatat sebanyak 325 IKM kerajinan, sementara Kepulauan Yapen memiliki 261 IKM yang aktif memproduksi kerajinan lokal,” ujarnya.
Dia menjelaskan, selain itu, Kabupaten Jayapura tercatat memiliki 130 IKM kerajinan, sedangkan Kota Jayapura menyumbang 159 IKM yang bergerak di berbagai subsektor kerajinan.
"Lalu Kabupaten Waropen memiliki 120 IKM kerajinan, Kabupaten Keerom tercatat sebanyak 69 IKM, dan Kabupaten Supiori sebanyak 60 IKM," katanya lagi.
Dia menambahkan, sementara Kabupaten Sarmi memiliki 35 IKM kerajinan dan Kabupaten Mamberamo Raya menjadi wilayah dengan jumlah terendah, yakni sembilan IKM. Satu IKM lainnya masih dalam tahap pendataan Dekranasda Papua.
"Kami bakal terus berperan aktif dalam membina dan mengembangkan industri kerajinan berbasis kearifan lokal guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha para perajin," ujarnya.