Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menyebut kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Papua Selatan sebagai ajang pencarian bibit unggul pesepak bola "Mutiara Hitam" yang dapat mengharumkan nama daerah ini di ajang nasional.
Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Senin, mengatakan sepak bola di Papua bukan sekadar olahraga menendang bola ke gawang melainkan harkat dan martabat masyarakat.
"Sepak bola juga merupakan simbol harga diri, kebanggaan, dan alat pemersatu," katanya.
Menurut Ferdinandus, kompetisi Liga 4 tersebut tidak hanya mencari juara dan bibit unggul saja tetapi juga sebagai ajang untuk menjalin silahturahmi.
"Untuk itu kepada seluruh tim yang bertanding agar menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan memang penting tapi kehormatan jauh lebih berharga," ujarnya.
Dia menjelaskan kepada seluruh pemain supaya menampilkan kemampuan terbaik mereka agar bisa direkrut untuk bertanding pada kompetisi yang lebih tinggi.
"Kami juga meminta para wasit dan seluruh perangkat pertandingan agar bertindak adil, tegas, dan objektif," katanya lagi.
Dia menambahkan kualitas kompetisi sangat bergantung pada integritas para perangkat pertandingan di lapangan.
"Sebagai provinsi baru harus tunjukkan semangat juang yang besar melalui olahraga yang berkualitas," ujarnya.