Jayapura (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Papua menargetkan sebanyak 50 pelaku usaha yang merupakan tenant (penyewa) ambil bagian dalam Festival Sagu Papua yang akan digelar di halaman Kantor Gubernur Papua.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, di Jayapura, Selasa, mengatakan jumlah tersebut diperkirakan bakal meningkat dari rencana awal sekitar 30 tenant, seiring tingginya antusiasme peserta.

“Awalnya kami siapkan sekitar 30 tenant namun hasil koordinasi hingga hari ini diperkirakan bisa mencapai 50 tenant sesuai dengan kapasitas area yang tersedia,” katanya.

Menurut Anthonius, Festival Sagu Papua yang bakal dilakukan ini perdana, di mana sebagai upaya mendorong pengembangan komoditas sagu di Tanah Papua.

"Kegiatan Festival Sagu ini direncanakan akan digelar selama tiga hari mulai dari 24 April sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sebagai langkah awal membangun ekosistem hilirisasi sagu dari hulu hingga hilir," ujarnya.

Dia menjelaskan, festival ini menjadi momentum untuk mengangkat potensi sagu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Melalui festival tersebut pihaknya juga mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan berbagai produk turunan sagu yang memiliki nilai tambah ekonomi," katanya lagi.

Dia menambahkan selain itu kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya sertifikasi indikasi geografis untuk produk sagu di Papua, sehingga memiliki perlindungan hukum dan daya saing yang lebih kuat.

“Kami juga mendorong adanya penelitian untuk mengidentifikasi potensi dan varietas unggulan sagu di masing-masing daerah sebagai dasar pengajuan indikasi geografis,” ujarnya.