
DIP dan BEM Uncen diskusikan cara menghadapi tantangan global

"MEA akan segera berlaku. MEA itu ibarat pisau bermata dua, disisi satu penuh dengan harapan dan peluang, disisi lainnya berupa tantangan dan hambatan. Untuk itu perlu persiapkan diri sebaik mungkin," kata Stepi Anriani MSi.
Jayapura (Antara Papua) - Democracy, Integrity And Peace (DIP) Centre bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar diskusi cara menghadapi tantangan global, terutama bagaimana mempersiapkan diri menjadi pribadi yang kuat dan siap bersaing.
Semula, DIP dan BEM Uncen mengagendakan kuliah umum dengan judul `Tantangan Globalisasi: Dimanakah Pemuda Papua` yang akan menggunakan ruang pertemuan Fakultas MIPA di kampus Uncen atas, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, pada Rabu pagi.
Namun, agenda tersebut tidak bisa terlaksana karena mencuat aksi blokade pintu masuk kampus tersebut oleh sejumlah mahasiswa.
Akhirnya kuliah umum itu dialihkan menjadi forum diskusi yang digelar di Sekretariat UKM Uncen, yang letaknya di luar pintu gerbang utama kampus Uncen di Waena itu.
Pada forum diskusi yang dihadiri sekitar 30 orang mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Kota Jayapura itu berlangsung seru, dan tercipta interaksi antara pembicara dan mahasiswa.
Pembicara forum diskusi itu yakni Sekretaris Jenderal DIP Centre Stepi Anriani MSi, yang didampingi Wakilnya Yusup Rahman Hakim sama dengan judul untuk kuliah umum yang mampu membuat peserta diskusi berinteraksi.
Anriani menjelaskan di era globalisasi berbagai kemajuan di bidang teknologi, infrastruktur, pendidikan dan lainnya berkembang begitu cepat.
Apalagi negara-negara maju saling bersaing memperebutkan pangsa pasar ekonomi seperti Amerika Serikat yang tengah gencar dengan program `Rebalancing Power` untuk menghadapi kemajuan yang dicapai oleh Tiongkok di Pasifik.
Sehingga pemuda masa kini dituntut untuk bisa menyikapi dengan baik, karena jika tidak maka akan jadi penonton di negeri sendiri, karena pasar bebas untuk tingkat ASEAN akan segera berlaku dalam waktu dekat ini.
"Jenderal Napoleon Bonaparte pernah mengatakan, jika ingin menguasai dunia, maka kuasailah Pasifik. Di pasifik itu ada Indonesia, dan Papua berada di bibirnya, sehingga para pemuda yang ada didalamnya akan menjadi garda terdepan menghadapi kemajuan dan berbagai perubahan akibat era global," katanya.
Untuk itu, pemuda Indonesia khususnya di Papua dituntut untuk bisa menghadapi berbagai tantangan globalisasi.
"Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan segera berlaku. MEA itu ibarat pisau bermata dua, disisi satu penuh dengan harapan dan peluang, disisi lainnya berupa tantangan dan hambatan. Untuk itu perlu persiapkan diri sebaik mungkin," katanya.
Guna mempersiapkan diri secara baik itu, diperlukan beberapa hal, lanjut alumnus Universitas Pajajaran Bandung itu, diantaranya pemuda Papua punya karakter memimpin diantaranya harus punya kemauan, keberanian, tanggungjawab, loyalitas, dan ingin tahu yang tinggi.
"Itu semua merupakan karakter diri yang akan menjadi calon pemimpin. Nah, jika pemuda Papua ingin jadi pemimpin dan bersaing menghadapi era global, hal-hal itu harus dimiliki, dimulai dari dalam diri sendiri," katanya.
Karakter diri itu juga harus didukung dengan kemampuan seperti menguasai teknologi informasi, bahasa global (bahasa inggris), kemampuan khusus dan lain-lain.
"Itu semua bisa didapatkan dengan cara pengembangan diri, belajar dan bertanya. Bisa lewat internet, dicari secara online atau bisa ikuti kursus-kursus. Intinya ingin mengembangkan diri agar mampu bersaing hadapi tantangan global," katanya.
Sementara itu, Wakil Presiden BEM Uncen Michael Jhon Yerisitouw mengatakan kerjasama dengan DIP Centre telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu dengan berbagau kegiatan untuk pengembangan diri mahasiswa atau pemuda Papua.
"Semalam kami telah menggelar `talkshow` dan hari ini sebenarnya mau gelar kuliah umum tetapi ada pemblokadean akhirnya dialihkan menjadi diskusi tentang bagaimana menghadapi tantangan global," katanya.
"Tujuannya, kami ingin memberikan pencerahan sesama rekan-rekan mahasiswa untuk persiapkan diri karena era globalisasi telah dimulai. Sehingga teman-teman Papua harus persiapkan hal-hal apa saja, seperti tadi yang telah disampaikan oleh pemateri," lanjutnya.
Yerisitouw mengatakan, hal penting yang harus dilakukan oleh pemuda Papua adalah pembangunan karakter diri, memiliki kemampuan IT, bahasa inggris dan menulis, intelegensia atau kepentintaran, pengalaman, dan kemampanan diri dan jaringan kerja.
"Kalau hal ini sudah dimiliki oleh pemuda Papua maka dipastikan sudah bisa bersaing dan berbicara banyak di Masyarakat Ekonomi ASEAN atau pasar global yang lebih luas lagi. Kami ucapkan terima kasih kepada DIP yang telah memberikan atau membagi ilmu kepada kami," katanya. (*)
Pewarta : Pewarta: Alfian Rumagit
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
