Logo Header Antaranews Papua

Peneliti: banyak mesin pengolahan sagu rusak

Sabtu, 8 Agustus 2015 10:57 WIB
Image Print
"Dari pantauan kami di lapangan, kebanyakan mesin pengolahan sagu bantuan Pemerintah Pusat dan Daerah, terpaksa jadi besi tua karena tidak dimanfaatkan oleh masyarakat,"

Jayapura (Antara Papua) - Peneliti Universitas Cenderawasih Jayapura I Made Budi menyatakan kebanyakan mesin pengolahan sagu bantuan dari Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk masyarakat mengalami rusak.

"Dari pantauan kami di lapangan, kebanyakan mesin pengolahan sagu bantuan Pemerintah Pusat dan Daerah, terpaksa jadi besi tua karena tidak dimanfaatkan oleh masyarakat," kata I Made Budi di Jayapura.

Menurut dia, bantuan mesin pengolahan sagu untuk pengembangan usaha warga rusak dan tidak dimanfaatkan karena tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan warga sehingga diabaikan.

Selain itu, lanjut dia, kerusakan mesin pengolahan sagu itu rusak karena pertama kualitas mesinnya kurang baik. Kedua, tidak ada pelatihan tentang pengolahan mesin tersebut kepada warga.

"Tidak ada penganggaran pelatihan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan, sehingga mesin tidak dimanfaatkan," ujarnya.

Menurut dia, kebanyakan mesin tersebut, diserahkan oleh pihak ketiga yang mengadakan barang kepada warga kemudian tidak ada kelanjutan pelatihan tentang penggunaan mesin itu.

"Tidak ada kelanjutan terkait bagimana penggunaan mesin sagu tersebut dan itu bukan hanya terjadi di Papua saja, tetapi hampir di seluruh Provinsi di Indonesia," katanya.

"Makanya, mesin pengolahan sagu dan kopi yang kami serahkan kepada masyarakat ada kelanjutan berupa pelatihan, kita dampingi warga sampai benar-benar mereka memanfaatkan mesin yang diserahkan," tambah dia. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026