
Dandim minta maaf pada warga Mimika

"Kami menyadari kekurangan-kekurangan kami dan mohon maaf atas segala perilaku anggota kami yang melukai rakyat, yang telah menciderai hubungan baik antara TNI dengan rakyat. Kami akan introspeksi diri agar ke depan lebih baik," kata Andi Kusworo.
Timika (Antara Papua) - Komandan Kodim 1710 Mimika, Papua, Letkol Inf Andi Kusworo meminta maaf pada warga di wilayah teritorialnya jika selama ini ada prajuritnya yang telah melakukan tindakan yang melukai hati rakyat.
"Kami menyadari kekurangan-kekurangan kami dan mohon maaf atas segala perilaku anggota kami yang melukai rakyat dan yang telah menciderai hubungan baik antara TNI dengan rakyat. Kami akan introspeksi diri agar ke depan jauh lebih baik," kata Andi Kusworo kepada Antara usai peringatan HUT ke 70 TNI di Lapangan Timika Indah, Senin.
Hal itu dikatakan Dandim Mimika menyikapi kasus penembakan oleh oknum prajurit TNI AD terhadap sejumlah warga Koperapoka, Timika pada 28 Agustus lalu yang menewaskan dua orang warga.
Menjelang peringatan HUT TNI kali ini, Dandim Mimika mengaku sudah menemui keluarga almarhum Herman Mairimau dan Yulianus Okoare serta para korban yang sudah sembuh.
"Kami sadar beberapa bulan lalu ada kesalahan dari anggota kami. Kami sudah beberapa kali menengok keluarga korban penembakan dan memberikan sembako (bahan makanan pokok) serta dana. Kami akan terus menengok mereka. Saya merasa iba, anak-anak korban masih kecil-kecil," tutur Andi.
Ia mengatakan, berbagai permasalahan sosial maupun tindak kriminalitas yang terjadi di Timika selalu berhubungan dengan konsumsi minuman keras beralkohol (miras).
Sehubungan dengan itu, Kodim Mimika telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Miras yang berpusat di Koramil Kota Timika.
"Permasalahan apapun yang terjadi di Timika pasti karena pengaruh miras. Kami berupaya agar kegiatan Satgas Anti Miras ini harus tetap berjalan mengingat peredaran miras di Timika sudah sangat luar biasa. Setiap sudut pasti ada miras," kata Andi.
Dandim juga berharap perlu ada regulasi yang jelas menyangkut tata niaga minuman keras beralkohol di Mimika agar tidak ada kesan kegiatan razia atau sweeping yang dilakukan bersifat tebang pilih.
"Ini masalah darurat yang menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya TNI dan Polri, tetapi seluruh elemen masyarakat," ajak Dandim Mimika. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarianus Supar
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
