Logo Header Antaranews Papua

UP2KP: mesin pengisian oksigen RSUD Wamena rusak

Jumat, 9 Oktober 2015 14:26 WIB
Image Print
RSUD Wamena (Foto: Istimewa)
"Bukan kehabisan oksigen tetapi tabung oksigen disiapkan hanya untuk pasien yang sifatnya emergenzy dan segera membutuhkan pertolongan," kata Ketua Harian UP2KP Esau Rumbiak.

Timika (Antara Papua) - Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua menyebutkan mesin pengisian oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, rusak.

Ketua Harian UP2KP Esau Rumbiak ketika dikonfirmasi dari Timika, Jumat, mengatakan, menyangkut dengan kehabisan oksigen di RSUD Wamena pada Senin (21/9) lalu, direktur dan manajemen rumah sakit menjelaskan bahwa sebenarnya tabung pengisian penambahan oksigen ada tetapi alat mesin pengisian oksigennya yang rusak.

Esau menyebutkan pihaknya mengetahui mesin pengisian oksigen di rumah sakit tersebut rusak setelah melakukan peninjauan sekaligus bertatap muka dengan direktur dan manajemenRSUD Wamena sejak 1-3 Oktober 2015 lalu.

"Bukan kehabisan oksigen tetapi tabung oksigen disiapkan hanya untuk pasien yang sifatnya emergenzy dan segera membutuhkan pertolongan," katanya.

Menurut Esau, terkait kehabisan tabung itu akhirnya manajemen RSUD Wamena berupaya untuk membelanjakan tabung oksigen.

"Manajemen RSUD Wamena membelanjakan tabung itu tidak menggunakan dana kartu papua sehat (KPS) tetapi menggunakan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," ujarnya.

Lanjut dia, anggaran yang diambil dari BPJS Kesehatan untuk membelanjakan tabung oksigen untuk pasien yang sifatnya emergenzy sebesar Rp5 juta.

Untuk mesin oksigen yang rusak, menurut dia, sementara Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Dinas Kesehatan setempat dan rumah sakit berupaya mendatangkan tenaga teknisi dari Jakarta untuk memperbaiki mesin oksigen yang rusak.

"Dalam waktu dekat ini tenaga teknisi dari Jakarta akan tiba di Wamena untuk memperbaiki mesin oksigen," ujarnya.

Esau berharap pemerintah kabupaten setempat mendukung dan terus bertanggungjawab atas kerusakan mesin oksigen tersebut.

"Pemkab diharapkan bertanggung jawab karena bukan hanya sumber dana dari Pemerintah Provinsi Papua, ada APBD sehingga pemkab harus bertanggung jawab," tambah dia.

Sebelumnya, pada Senin (21/9) di ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Wamena, empat pasien membutuhkan bantuan pernapasan namun tidak mendapatkan tabung oksigen untuk bantuan pernapasan. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026