
BI: UMKM harus siap hadapi MEA

"Menghadapi MEA kita sangat terbuka, tetapi harus benar-benar siap dikalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),"kata Joko Supraptiko.
Jayapura (Antara Papua) - Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supraptiko mengemukakan, untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dibutuhkan kesiapan Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk bersaing.
"Menghadapi MEA kita sangat terbuka, tetapi harus benar-benar siap dikalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),"kata Joko Supraptiko di Jayapura, Rabu.
Joko mengatakan, UMKM harus lebih siap dari sisi kualitasnya, kemudian dari sisi tenaga pemasarannya, dari sisi produknya, sehingga umkm harus mampu bersaing.
Dia mengatakan, dalam menghadapi pasar bebas Asean 2015, UMKM tentunya tidak dapat bekerja sendiri tanpa bantuan dari perbankan.
"Saya rasa dalam menghadapi pasar bebas ini merupakan tugas bersama dan tugas Bank Indonesia untuk membantu umkm itu,"katanya.
Menurut Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua yang belum lama ini menjabat menggantikan Hasiolan mengatakan, perkembangan umkm sangat tergantung pada pembiayaan yang dilakukan oleh lembaga keuangan.
"BI hanya mendorong dengan mengeluarkan kebijakan ke setiap bank guna wajib menyalurkan kredit kepada umkm secara bertahap,"katanya.
Ia menambahkan, kalau tahun 2015 ini minimal presentasenya lima persen untuk umkm, dan 2016 itu meningkat menjadi sepuluh persen, dan 2017 itu menjadi lima belas persen, dan 2018 itu meningkat menjadi 20 persen.
"Jadi setiap tahun itu presentasenya meningkat, karena setiap Bank memiliki kemampuan untuk menyalurkan kredit kepada sektor umkm,"tambahnya lagi. (*)
Pewarta : Pewarta: Feronike Rumere
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
