
Biak buka gerai maritim tol laut

"Pemkab Biak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah menunjuk PT Artha Makmur Permai sebagai pengelola gerai maritim tol laut Biak," kata Kepala Bappeda Kabupaten Biak Numfor Turbey O. Dangeubun.
Biak (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, membuka gerai maritim tol laut dengan menjual kebutuhan bahan pokok dengan harga murah atau di bawah harga pasar.
Data yang diperoleh Antara, Sabtu, penyediaan gerai maritim tol laut di Biak sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2015 dikelola PT Artha Makmur Permai Biak.
Harga jual gerai maritim tol laut untuk jenis beras rojolele ukuran 20 kg dijual dengan harga Rp238 ribu per sak atau Rp12 ribu/kg dari harga sebelumnya dijual Rp269 ribu/sak.
Untuk jenis tepung terigu Segitiga Biru ukuran 25 kg dijual Rp190 ribu/sak atau Rp7.600/kg dari biasanya dijual sebesar Rp10 ribu/kg.
Gula pasir Idola Lampung ukuran 50 kg dijual seharga Rp626 ribu atau Rp13 ribu/kg; gula putih 24 dijual Rp15.500,00 dari harga pasar sebesar Rp18.500,00; dan minyak goreng Majauan jeriken ukuran 18 liter dijual Rp204 ribu dari biasanya seharga Rp236 ribu serta harga 1 liter Rp11.300,00.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Biak Numfor Turbey O. Dangeubun mengatakan bahwa gerai maritim tol laut merupakan implementasi program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menyediakan sembako murah bagi masyarakat Biak sekitarnya.
"Pemkab Biak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah menunjuk PT Artha Makmur Permai sebagai pengelola gerai maritim tol laut Biak," katanya.
Sejauh ini, aktivitas gerai maritim tol laut berlokasi eks supermarket Indah Jalan Imam Bonjol mulai didatangi warga Biak dari berbagai kampung untuk membeli kebutuhan bahan pokok dengan harga relatif murah. (*)
Pewarta : Pewarta: Muhsidin
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
