
Disparbud Biak rancang program Kampung Jepang

Penunjukan kampung Jepang di Desa Anggraidi sangat tepat karena terdapat monumen perang dunia II yang selalu menjadi tempat kegiatan wisatawan Jepang untuk beribadah mengenang arwah tentara Jepang yang gugur saat perang berkecamuk pada tahun 1940-an.
Biak (Antara Papua) - Jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, tengah merancang program wisata kampung Jepang di wilayah Desa Angraidi, Distrik Biak Kota, yang akan diimplementasikan pada 2017.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Yubelius Usior di Biak, Kamis, mengakui, pihaknya sudah menyiapkan program pendukungnya dan sarana prasarana untuk merealisasikan pendirian kampung wisata Jepang itu.
"Penunjukan kampung Jepang di Desa Anggraidi sangat tepat karena terdapat monumen perang dunia II yang selalu menjadi tempat kegiatan wisatawan Jepang untuk beribadah mengenang arwah tentara Jepang yang gugur saat perang berkecamuk pada tahun 1940-an," kata Usior.
Ia mengakui, sementara ini belum bisa merinci anggaran untuk menunjang pembentukan kampung Jepang karena masih dalam proses pembuatan program.
Usior mengharapkan adanya dukungan masyarakat Kampung Anggraidi dalam mewujudkan pembentukan kampung Jepang sehingga menjadi daya tarik wisatawan negeri "Sakura" untuk berkunjung ke Pulau Biak yang menyimpan beragam barang peninggalan perang dunia II.
"Program destinasi pariwisata menjadi unggulan pemerintah sehingga partisipasi nyata warga kampung dengan mendukung setiap program penyiapan infrastruktur pariwisata," ungkapnya.
Usior menambahkan Pulau Biak masih menjadi idola untuk dikunjungi turis asal Jepang mengingat wilayah Kabupaten Biak Numfor pernah menjadi basis pertahanan tentara Jepang saat berperang menghadapi tentara sekutu pimpinan Amerika di perang dunia II .
Diantara bukti sejarah perang dunia yang masih menjadi saksi dimiliki Biak, lanjut Usior, yakni Gua Jepang di Kampung Binsari, Distrik Samofa, monumen perang dunia II di Kampung Anggraidi, serta lapangan terbang Pulau Owi dan berbagai tempat wisata lainnya.
Setiap tahun puluhan turis Jepang berkunjung ke pulau Biak untuk melakukan wisata sejarah dalam mencari orang tua dan kerabat sebagai tentara Jepang yang gugur saat perang dunia II di pulau Biak. (*)
Pewarta : Pewarta: Muhsidin
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
