Logo Header Antaranews Papua

Kejari Timika agendakan diskusi publik KDRT

Senin, 12 Juni 2017 13:49 WIB
Image Print
Kepala Kejaksaan Negeri Timika Alex Sumarna. (Foto: Antara Papua/Evarianus Supar)
Diskusi publik yang diagendakan pada Juli ini digelar Kejari Timika bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika yang merupakan salah satu organisasi profesi yang saat ini eksis di Timika

Timika (Antara Papua) - Kejaksaan Negeri Timika, Provinsi Papua, berencana menyelenggarakan diskusi publik tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Timika, pada Juli mendatang.

Kepala Kejari Timika, Alex Sumarna di Timika, Senin, mengatakan pelaksanaan diskusi publik tersebut dalam rangka momentum Hari Bhakti Adhyaksa dan Hari Anak Nasional bulan depan.

"Diskusi publik yang diagendakan pada Juli ini digelar Kejari Timika bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika yang merupakan salah satu organisasi profesi yang saat ini eksis di Timika," kata Alex.

Meski Timika masih tergolong kota kecil namun kasus KDRT khususnya kekerasan terhadap anak dalam arti luas terbilang tinggi. Masalah tersebut menurut Alex menjadi perhatian serius Kejari dan PFI Timika dan dijadikan tema utama diskusi.

Alex menuturkan bahwa dari sisi penegakan hukum di Timika, para pelaku sebenarnya telah diganjar hukuman maksimal. Namun pola ini belum mampu menurunkan secara signifikan jumlah kasus.

"Berarti ada masalah. Ini harus menjadi perhatian semua pihak. Harus ada pola baru dan segar untuk memecahkan persoalan ini," kata Alex.

Ia menyebutkan, kasus kekerasan pada anak tidak mengenal kelompok suku dan agama. Kasus ini merata pada semua kelompok masyarakat. Para pelaku biasanya adalah kerabat dekat, paling minimal kenal dengan korban.

Kegiatan tersebut akan melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Bahkan kalau perlu menghadirkan korban atau keluarganya untuk memberikan testimoni.

Dalam forum diskusi publik ini, PFI Timika akan bertugas menyiapkan materi visual dan audio visual yang menggambarkan fakta-fakta kekerasan anak di Kota Timika.

"Intinya, harus ada yang dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak kita," kata Alex. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026