Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua mengakui tokoh lintas agama memiliki peran paling dominan untuk menjaga kerukunan umat beragama di daerah Biak Numfor yang toleran di Tanah Papua.
"Perbedaan keyakinan, latar belakang dan budaya adalah sebuah anugerah Tuhan tetapi juga sekaligus mengandung tantangan jika kita tidak kelola dengan bijak," kata Staf Ahli Bupati Biak Numfor Fransisco di Biak, Rabu.
Dia mengemukakan hal itu pada dialog lintas agama di Kabupaten Biak Numfor dengan tema "merajut rukun beranda kedamaian ini terus terjaga".
Ia menyebut, dialog lintas agama berlangsung terbuka untuk membangun kehidupan beragama yang damai toleran dan saling menghargai.
Apalagi kita ketahui bersama bahwa Papua adalah miniatur Indonesia dengan latar belakang agama suku bahasa dan budaya.
Dia berharap, para pemuka agama terus membangun komunikasi kerja untuk terus mewujudkan situasi di Kabupaten Biak Numfor tetap kondusif.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Biak Numfor Roland S Abidondifu menegaskan, mantapnya nilai kerukunan umat beragama menjadi pilar penopang pembangunan di daerah.
Ia mengatakan, dialog tokoh lintas agama Biak Numfor menjadi tolok ukur memberikan keamanan dan kenyamanan bagi daerah.
"Dialog lintas tokoh agama di Biak Numfor menjadi ajang perkuat implementasi nilai-nilai kehidupan kerukunan beragama yang saling menghargai," harap dia.
Sementara Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran memberikan apresiasi atas penyelenggaraan dialog lintas tokoh agama di Kabupaten Biak Numfor.
"Ya ini implementasi Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, salah satunya meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan," tegas Klemens Taran.

