Logo Header Antaranews Papua

Satgas Yonif 521/DY potong rambut puluhan pelajar SD Walesi pedalaman Papua

Rabu, 24 September 2025 14:26 WIB
Image Print
Prajurit TNI Satgas Yonif 521/DY saat mencukur salah satu pelajar SD di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan sementara puluhan lainnya sedang mengantre. ANTARA/HO-Dok Satgas Yonif 521/DY.

Wamena (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY memotong rambut puluhan pelajar sekolah dasar (SD) di pedalaman Papua guna meningkatkan komunikasi sosial di daerah penugasan.

Prajurit TNI bergantian memotong rambut puluhan siswa SD di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Dansatgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata dalam keterangan tertulis di Wamena, Rabu mengatakan memangkas rambut dilakukan dengan tujuan untuk mengubah gaya, merapikan dan merawat kesehatan rambut menggunakan alat seperti gunting atau pisau cukur dengan bantuan sisir.

“Kami memberikan pelayanan cukur rambut gratis dengan sentuhan penuh kasih di di Pos Kotis Distrik Walesi, Jayawijaya, Papua Pegunangan guna meningkatkan komunikasi sosial dengan warga di daerah penugasan,” katanya.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi momen kebahagiaan bagi anak-anak di wilayah pedalaman Papua.

“Setelah mencukur, mereka disuguhi biskuit dan permen, menjadikan suasana penuh tawa dan kegembiraan dan ada juga yang memeriksakan kesehatan. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun turut merasakan manfaat dari inisiatif ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan kegiatan ini mencerminkan kepedulian TNI dalam membantu warga untuk tampil rapi dan disiplin.

“Harapannya dengan kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara TNI dan warga setempat yang membutuhkan, khususnya di daerah penugasan di pedalaman Papua,” katanya.

Salah satu pelajar SD Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan Keron Kerbeya menyampaikan rasa senang dengan kegiatan memotong rambut ini.

“Terima kasih, abang-abang TNI dari Satgas Yonif 521/DY yang telah menyempatkan waktu mencukur saya dan puluhan teman-teman lain,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026