Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua gelar lomba musik akustik peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober

Jumat, 24 Oktober 2025 19:44 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua Sonya Monim (kiri) menyaksikan lomba musik akustik di GOR Cenderawasih Kota Jayapura, Jumat (24/10/2025). ANTARA/Qadri Pratiwi

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menggelar lomba musik akustik dengan melibatkan pelajar SMA, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025, di daerah setempat.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Papua Suzana Wanggai di Jayapura, Jumat, mengharapkan kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kreativitas generasi muda di daerah setempat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui kesenian.

"Kami menyampaikan atas terselenggara kegiatan tersebut, seperti diketahui musik merupakan salah satu wadah ekspresi yang positif dan relevan dengan minat anak muda saat ini," katanya.

Ia menjelaskan melalui lomba ini anak-anak muda Papua bisa mengasah kreativitas dan belajar tampil percaya diri di depan publik.

"Ini momentum baik untuk meneguhkan semangat Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua Sonya Monim mengatakan lomba tersebut diikuti 15 SMA dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.

Dalam kegiatan itu, setiap peserta wajib membawakan satu lagu nasional bertema kepemudaan serta satu lagu daerah Papua.

Dia mengatakan pemilihan lagu daerah bertujuan memperkenalkan dan melestarikan budaya Papua sejak dini di lingkungan pelajar.

"Ini juga sebagai salah satu upaya kami dalam melestarikan bahasa ibu musik akustik," ujarnya.

Dia mengharapkan anak-anak muda tetap bangga memakai bahasa dan mengenal budaya daerahnya, sedangkan musik bisa menjadi jembatan untuk menjaga identitas itu agar tidak hilang.

"Kami berharap agar lomba musik akustik dapat menjadi agenda berkelanjutan yang menumbuhkan talenta seni serta membangun karakter pemuda Papua yang kreatif, kolaboratif, dan cinta budaya," katanya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026