Biak (ANTARA) - Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU membangun dua markas komando satuan baru di Kabupaten Biak Numfor untuk memperkuat pengamanan kedaulatan wilayah udara timur Indonesia di Papua.
Panglima Divisi Arhanud Kopasgat Marsekal Pertama TNI Ari Ismanto di Biak, Rabu, menegaskan pembangunan dua markas komando satuan Kopasgat, yakni Batalyon Arhanud 31 dan Dematra 3 Brigade Parako 3 Divisi Parako berlokasi di Biak karena letaknya sangat strategis.
Menurut dia, pembangunan sarana dan prasarana satuan baru Kopasgat di Kabupaten Biak Numfor sebagai tindak lanjut dari validasi keputusan Presiden Prabowo terhadap perubahan status kelembagaan TNI.
"Salah satu perubahan struktur organisasi TNI meningkatkan status Komando Pasukan Gerak Cepat dipimpin Panglima Kopasgat dengan pangkat Marsekal Madya atau perwira tinggi bintang tiga," katanya
Dari validasi kelembagaan organisasi TNI, kata dia, maka satuan baru Yon Arhanud 31 dan Dematra 3 Brigade Parako harus terbentuk di Kabupaten Biak Numfor dalam upaya menjaga pengamanan udara di Papua.
"Hari ini dua satuan baru markas komando sudah mulai dibangun di Biak untuk operasional menjalankan operasional pengamanan kedaulatan udara Indonesia di Papua," katanya.
Menurut, Ari Ismanto, dengan hadirnya satuan baru Kopasgat di Biak guna membantu menjalankan tugas menjaga dan mengamankan kedaulatan udara di wilayah timur Indonesia khususnya di Papua.
Sementara, Staf Ahli Bupati Biak Numfor Francisco Olla mengatakan pemerintah daerah setempat melalui kebijakan Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra sangat mendukung rencana pembangunan satuan baru Kopasgat di Biak.
"Dengan hadirnya Batalyon Arhanud dan Dematra 3 Divisi Brigade Parako 3 Divisi Parako bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di Kabupaten Biak Numfor," katanya.
Pada peletakan batu pertama pembangunan satuan baru Kopasgat di Biak dilakukan Panglima Divisi Arhanud Kopasgat Marsma TNI Ari Ismanto,Kodau 3, Danlanud Manuhua Biak Marsma TNI Dr Hery Kris Drihandaka serta para komandan satuan TNI/Polri dan tokoh adat manpun JJK Mandibodibo.

