Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menargetkan Provinsi Papua bakal menjadi pintu strategis Indonesia menuju kawasan Pasifik melalui penguatan kerja sama lintas batas dan perluasan jejaring diplomasi regional.
"Posisi geografis Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG) memberikan peluang besar untuk memperkuat hubungan persaudaraan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi, sosial, dan investasi," katanya di Jayapura, Kamis (11/12).
Menurut Fakhiri, untuk itu sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, pihaknya membutuhkan hubungan persaudaraan yang kuat.
"Pada Rabu (10/12) kami mendapatkan kunjungan kerja dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Andriana Supandy di mana pada pertemuan tersebut membahas terkait sektor ekonomi sehingga Pemprov Papua sangat membutuhkan masukan dan arahan dari pertemuan tersebut," ujarnya.
Dia menjelaskan dengan kerja sama luar negeri yang dibangun secara terarah maka memberikan nilai tambah signifikan bagi Papua.
"Jika hubungan luar negara bisa lakukan secara optimal saya yakin nilainya pasti lebih besar dan akan sangat membantu Papua sehingga ini yang akan kami bangun,” katanya.
Dia menambahkan sehingga pentingnya narasi positif tentang Papua agar perspektif negara-negara Pasifik melihat Papua sebagai daerah yang maju dan aman.
"Kami berharap kunjungan diplomatik tersebut dapat membuka perspektif baru di kawasan pasifik dan Papua harus menjadi etalase bangsa. Pemprov siap berperan aktif dan akan melakukan kunjungan balasan ke negara-negara pasifik," ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Andriana Supandy, mengatakan terdapat peluang kerja sama yang besar antara Papua dan negara-negara terdekat di Pasifik, termasuk konektivitas transportasi.
"Banyak kerja sama yang bisa dilakukan dan semuanya akan memberikan keuntungan bagi kedua pihak," katanya.
Menurut Andriana, seperti layanan bus Damri Jayapura–Vanimo telah berjalan dan penerbangan langsung menuju Bandara Sentani akan dibuka dalam waktu dekat.
"Kemudian sektor kesehatan, pendidikan, pertambangan, dan perdagangan menjadi prioritas bersama yang dapat memberikan manfaat bagi Papua dan Papua Nugini," ujarnya.

