
BBPJN kerjakan jembatan Kali Kill di jalan Trans Papua

Jayapura (ANTARA) - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua mulai mengerjakan pembangunan jembatan sementara (jembatan bailey) di Kali Kill yang hanyut akibat longsor di Jalan Trans Papua, yang menghubungkan Jayapura-Wamena.
"Pengerjaan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi darat yang sebelumnya terganggu akibat bencana longsor," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, Febryan Nurdiansyah dalam keterangan di Jayapura, Selasa.
Menurut Febryan, pengerjaan jembatan di Kali Kill mulai dari pembangunan bronjong maupun material jembatan yang telah berada di lokasi dan untuk sementara pihaknya membangun jembatan sementara agar bisa dilewati kendaraan.
"Dalam upaya percepatan penanganan jalan yang rusak sejumlah alat berat dan tim teknis telah dikerahkan ke lokasi, kemudian proses pembangunan difokuskan pada penyediaan jembatan sementara agar jalur transportasi dapat segera difungsikan, sembari menyiapkan pembangunan jembatan permanen," ujarnya.
Dia menjelaskan saat ini tantangan dalam proses perbaikan jalan adalah cuaca, namun pihaknya terus berupaya untuk memperbaiki jalan yang rusak, sehingga diharapkan konektivitas Jayapura-Wamena segera kembali normal.
"Pemulihan akses ini penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi bahan pokok, serta aktivitas ekonomi di wilayah Papua Pegunungan," katanya.
Pihaknya mengimbau mobil angkutan yang membawa bahan pokok menuju wilayah Papua Pegunungan untuk sementara waktu dihentikan, karena adanya pekerjaan perbaikan pada ruas Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena setelah terjadi bencana longsor.
"Penghentian sementara tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran proses penanganan jalan yang terdampak longsor serta menjaga keselamatan pengguna jalan," ujarnya.
Dia menambahkan saat ini tim teknis bersama sejumlah alat berat masih bekerja di beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah, sehingga diharapkan masyarakat dan para pengusaha angkutan logistik diharapkan dapat memahami situasi tersebut demi kelancaran proses perbaikan infrastruktur.
"Kami masih menemukan ada supir lajuran yang memaksakan diri melintas yang akhirnya mobil terhenti hingga berimbas terjadinya penumpukan kendaraan dan berdampak kepada terganggunya ruang gerak alat berat beroperasi," katanya.
Dia mengatakan saat ini seluruh kendaraan yang terjebak timbunan longsor telah berhasil dievakuasi, tetapi masih ada puluhan kendaraan yang belum bisa melanjutkan perjalanannya, karena masih menunggu perbaikan jembatan.
"Jadi, sebanyak delapan truk telah berhasil melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Yalimo menuju Wamena, kemudian 11 mobil lajuran yang membawa kebutuhan pokok ke wilayah Papua Pegunungan berhasil kembali ke Jayapura," ujarnya.
Kemudian, terdapat 69 truk belum bisa melanjutkan perjalanannya, sebab menunggu perbaikan jembatan Kali Kill dan untuk seluruh supir dan penumpangnya telah ditampung di empat lokasi milik Kamp KPBU, yakni Kamp Pemilu, Kamp Yahuli, Kamp STA dan Kamp Wara.
Bencana longsor terjadi di Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena yang saat ini kerjakan PT. Hutama Karya dengan skema KPBU, Sabtu (7/2). Akibat longsor tersebut Jalan Trans Papua jalur Jayapura-Wamena putus total
Peristiwa longsor tersebut mengakibatkan 27 titik terdampak jalan rusak, di antaranya 25 titik longsor lereng, satu drainase melintang putus, dan satu jembatan hanyut. Selain itu, 103 kendaraan sempat terjebak dan 1 hanyut di lokasi Kali Kill.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
