
Kodim 1702/Jayawijaya dukung kepolisian tengahi kerusuhan di Kobakma

Wamena (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 1702/Jayawijaya mendukung aparat kepolisian menengahi kerusuhan yang terjadi di Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan guna menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif.
Dandim 1702/JWY Letkol Inf Ilham Datu Ramang dalam keterangan yang diterima di Wamena, Kamis mengatakan pihaknya pada prinsipnya membantu aparat kepolisian dan pemerintah daerah dalam menangani kasus-kasus hukum di wilayah teritorialnya.
“Kami selaku Dandim Jayawijaya menyampaikan terima kasih karena acara mediasi berlangsung dengan baik dan para pihak dapat menyampaikan aspirasinya. Kehadirannya bersama jajaran TNI-Polri merupakan bentuk tanggung jawab komando sekaligus komitmen institusi untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, humanis dan profesional,” katanya.
Dia meminta pemuda-pemudi di Kabupaten Mamberamo Tengah untuk bersama-sama dengan aparat keamanan TNI-Polri dan pemerintah daerah menjaga stabilitas keamanan.
“Kami minta para pemuda dan seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang beredar agar bisa menahan diri dengan kejadian yang terjadi. Kami juga mengharapkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti kemarin terulang kembali, mari kita bersama-sama menjaga daerah kita tetap kondusif,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Mamberamo Tengah Ithaman Tago mengatakan kedatangan di tempat itu untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan sempat viral di media sosial.
“Kita di sini berkumpul untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi kemarin sehingga adanya korban dan kami dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan tokoh-tokoh adat beserta kepala suku semua datang untuk mendengar aspirasi terkait permasalahan kemarin,” katanya.
Dia berharap agar tidak terjadi lagi kejadian serupa, dan jangan main hakim sendiri karena hidup di negara yang berdasarkan hukum.
“Dengan selesainya mediasi secara kekeluargaan maka permasalahan dapat segera diselesaikan, tidak ada yang merasa menang ataupun kalah dan kerukunan antarwargapun tetap terjaga,” ujarnya.
Sebelumnya, Selasa (5/5), para pelajar SMA/SMK di Kabupaten Mamberamo Tengah setelah mendengar hasil kelulusan melakukan arak-arakan di Kobakma, Ibu Kota Kabupaten Mamberamo Tengah, tetapi ada oknum pelajar yang sengaja membawa dan mengibarkan bendera Bintang Kejora sehingga aparat keamanan mengambil tindakan tegas dan terukur.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
