Logo Header Antaranews Papua

Satgas Yonif 511/DY perkuat komunikasi sosial dengan tokoh adat Mamberamo Raya

Jumat, 8 Mei 2026 06:21 WIB
Image Print
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 511/DY ketika bersilaturahmi ke rumah bapak ondoafi di Distrik Dabra, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua guna memperkuat komunikasi sosial dalam menciptakan kedamaian dan ketenteraman di daerah itu.ANTARA/HO-Dok Satgas Yonif 511/DY.

Wamena (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 511/DY memperkuat komunikasi sosial (komsos) dengan tokoh masyarakat Mamberamo Raya, Papua guna membantu menciptakan keamanan dan ketertiban yang baik di daerah tersebut.

Danpos Dabra Satgas Pamtas Yonif 511/DY Lettu Inf Catur Joko Santoso dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis mengatakan pihaknya melakukan silaturahmi ke rumah tokoh masyarakat atau Ondoafi Dabra untuk meningkatkan komunikasi sehingga dapat bersama-sama menjaga kamtibmas.

“Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah binaan, kami melaksanakan kegiatan kunjungan ke kediaman Bapak Ondo, salah satu tokoh masyarakat di Distrik Dabra,” katanya.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial (binter) guna menciptakan kemanunggalan antara aparat keamanan dengan masyarakat setempat.

“Kami yakini ketika komunikasi baik antara TNI dan rakyat maka situasi keamanan dan ketertiban di wilayah penugasan akan aman,” ujarnya.

Dia menjelaskan melalui komsos yang intens, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam menjaga kedamaian di Distrik Dabra, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.

"Kehadiran kami di sini bukan sekadar menjalankan tugas, tapi untuk menjalin persaudaraan. Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan aman dengan kehadiran Pos Dabra di tengah-tengah mereka," katanya.

Sementara itu Bapak Ondo menyambut hangat kedatangan rombongan Pos Dabra Satgas Pamtas Yonif 511/DY.

“Saya memberikan apresiasi atas kepedulian aparat yang aktif turun ke lapangan dan membaur dengan warga di Distrik Dabra, Mamberamo Raya,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026