Timika (ANTARA News) - Tim penyelamat kembali menemukan satu jenazah pekerja PT Freeport Indonesia yang terperangkap dalam reruntuhan tambang Big Gossan, Tembagapura, Kamis pagi.

Kapolsek Tembagapura, AKP Sudirman yang dihubungi Antara dari Timika, Kamis mengatakan jenazah pekerja yang belum diketahui identitasnya itu langsung dibawa ke Rumah Sakit SOS Tembagapura untuk diidentifikasi.

"Kita belum tahu identitas yang bersangkutan karena jenazahnya dimasukkan dalam kantong jenazah lalu dibawa ke RS SOS Tembagapura," kata Sudirman.

Ia mengatakan, dengan ditemukannya lagi satu pekerja PT Freeport tersebut maka sudah ada 15 pekerja yang berhasil dievakuasi dari lokasi runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan. Lima pekerja diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut Sudirman, hingga saat ini ratusan pekerja PT Freeport terutama yang berasal dari tujuh suku di sekitar areal tambang masih menutup akses jalan utama menuju tambang bawah tanah (underground), tambang terbuka Grassberg dan pabrik pengolahan biji di Mil 74.

Pekerja memblokir ruas jalan utama tambang Freeport tersebut, tepatnya di Ridge Camp Mil 72. Pekerja memeriksa seluruh kendaraan yang akan melintas. Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya kendaraan yang ditumpangi tim Emergency Response Grup (ERG), tim medis dari RS SOS Tembagapura dan tim penyelamat lainnya.

Dengan penutupan akses jalan poros tambang Freeport tersebut, dipastikan kegiatan produksi perusahaan itu terhambat sejak Selasa (14/5) pascainsiden runtuhnya fasilitas tempat pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan.

Sesuai data dari PT Freeport, pekerja yang terdata berada di lokasi runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan seluruhnya berjumlah 39 orang dan baru dievakuasi sebanyak 15 orang. (E015)

Pewarta : Evarianus Supar
Editor :
Copyright © ANTARA 2024