Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan menyebut gereja dari berbagai denominasi menjadi simbol kerukunan dan perdamaian di daerah setempat.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib di Wamena, Selasa mengatakan gereja menjadi simbol kerukunan dan perdamaian sehingga patut untuk menjaga dan melindunginya.
"Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol kerukunan dan perdamaian. Mari kita jaga dan rawat gedung gereja ini dengan baik, sehingga dapat digunakan selama beberapa generasi," katanya usai meresmikan Gereja Bethel Indonesia atau GBI Jemaat Jibino, Kampung Musaima, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Menurut dia, salah satu cara untuk menjaga gereja yakni memperbaiki dan membangunnya ketika benar-benar sudah rusak dan jemaat tidak dapat menggunakannya dengan maksimal dalam peribadatan.
“Pembangunan gedung gereja ini tidak hanya merupakan keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata dari kerja keras, gotong royong dan pengorbanan yang tulus dari seluruh jemaat dan pihak-pihak yang terlibat sehingga gedung gerejanya dapat digunakan dalam peribadatan,” ujarnya.
Dia menjelaskan sebagai tempat peribadatan maka gereja seharusnya menjadi wadah utama dalam meningkatkan toleransi, persaudaraan, persatuan dan kesatuan baik sesama jemaat maupun antar umat beragama di Papua Pegunungan tetapi khususnya Kabupaten Jayawijaya.
“Kami harap gedung gereja ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat mempererat tali persaudaraan, persatuan dan kesatuan antara umat beragama di daerah ini,” katanya.
Dia mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan gedung gereja di wilayah Kabupaten Jayawijaya.
“Dengan adanya gedung gereja yang baik, kami harap dapat meningkatkan kehidupan rohani dan cinta terhadap pelayanan gereja dan masyarakat, serta menjadi simbol kerukunan dan persaudaraan antara umat beragama di daerah ini,” ujarnya.

