Atraksi perang suku Papua meriahkan HUT TNI
Senin, 5 Oktober 2015 18:03 WIB
Ilustrasi perang suku di Papua (Foto: Antara News)
Jayapura (Antara Papua) - Atraksi perang suku yang hingga kini masih marak terjadi di beberapa kawasan Papua, ditampilkan untuk memeriahkan HUT TNI ke 70 di Jayapura, Senin.
Adegan perang suku yang ditampilkan dalam HUT TNI yang dipusatkan di lapangan Makodam XVII Cenderawasih di Jayapura menceritakan perempuan yang diganggu hingga menyebabkan terjadinya peperangan antarkedua suku itu ditampilkan secara tradisional.
Para pemain menggunakan pakaian tradisional yakni yang pria hanya menggunakan koteka sedangkan wanita menggunakan yali atau rok yang dianyam dari benang serta membawa busur dan anak panah dan tombak menghibur ratusan warga yang memadati sekitar lapangan.
"Selama ini kami hanya melihat di televisi namun sekarang bisa menyaksikan langsung atraksi perang suku yang sering terjadi di pedalaman Papua," kata Ny Ita yang mengaku sengaja membawa kedua anaknya menonton atraksi hiburan tersebut.
Menurutnya, selain atraksi perang suku, drama kolosal yang menceritakan perjuangan Jenderal Sudirman yang ditampilkan, juga sangat menghibur.
Peringatan HUT TNI kali ini lebih banyak melibatkan masyarakat sehingga diharapkan hubungan TNI-Rakyat makin erat, harap Ny Ita yang mengaku tinggal di kawasan Entrop, Kota Jayapura.
Upacara HUT TNI ke 70 yang dipusatkan di lapangan Makodam XVII Cenderawasih dipimpin Gubernur Papua Lukas Enembe dan dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat serta tokoh agama.
Seusai upacara dan atraksi kemudian dilanjutkan dengan defile yang dipusatkan didepan gedung Makodam di Polimak, Kota Jayapura. (*)
Adegan perang suku yang ditampilkan dalam HUT TNI yang dipusatkan di lapangan Makodam XVII Cenderawasih di Jayapura menceritakan perempuan yang diganggu hingga menyebabkan terjadinya peperangan antarkedua suku itu ditampilkan secara tradisional.
Para pemain menggunakan pakaian tradisional yakni yang pria hanya menggunakan koteka sedangkan wanita menggunakan yali atau rok yang dianyam dari benang serta membawa busur dan anak panah dan tombak menghibur ratusan warga yang memadati sekitar lapangan.
"Selama ini kami hanya melihat di televisi namun sekarang bisa menyaksikan langsung atraksi perang suku yang sering terjadi di pedalaman Papua," kata Ny Ita yang mengaku sengaja membawa kedua anaknya menonton atraksi hiburan tersebut.
Menurutnya, selain atraksi perang suku, drama kolosal yang menceritakan perjuangan Jenderal Sudirman yang ditampilkan, juga sangat menghibur.
Peringatan HUT TNI kali ini lebih banyak melibatkan masyarakat sehingga diharapkan hubungan TNI-Rakyat makin erat, harap Ny Ita yang mengaku tinggal di kawasan Entrop, Kota Jayapura.
Upacara HUT TNI ke 70 yang dipusatkan di lapangan Makodam XVII Cenderawasih dipimpin Gubernur Papua Lukas Enembe dan dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat serta tokoh agama.
Seusai upacara dan atraksi kemudian dilanjutkan dengan defile yang dipusatkan didepan gedung Makodam di Polimak, Kota Jayapura. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarukdijati
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kodim 1714/Puncak Jaya membantu tangani pertikaian antar warga di Pegeleme
27 November 2025 22:39 WIB
Kemenbud libatkan BRIN indentifikasi tulang tentara Jepang di Pulau Biak
08 March 2025 16:26 WIB, 2025
Berbagai objek wisata di Biak menjadi pilihan warga berlibur awal tahun
01 January 2024 13:13 WIB, 2024
Koarmada III siagakan sejumlah kapal perang KRI bermarkas di Sorong
13 September 2023 16:45 WIB, 2023