Jayapura (Antara Papua) - Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Papua, Sahril Hasan menyebutkan untuk penyelenggaraan PON XX tahun 2020 di Papua, dibutuhkan setidaknya 6.000 kamar hotel untuk menampung seluruh tamu, atlet dan kontingen yang akan datang dari seluruh Indonesia.

"Diprediksi butuh 6.000 kamar untuk penyelenggaraan PON 2020, dan kini masih diupayakan untuk memenuhinya," ujarnya di Jayapura, Jumat.

Dia meyakini bahwa Papua siap menggelar PON 2020, dan dari pihak perhotelan sejak awal telah menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan event olahraga empat tahunan tersebut.

Sahril mengaku pihaknya telah banyak belajar dari penyelenggaraan PON XIX Jawa Barat, dan hal tersebut dapat dijadikan modal untuk mensukseskan PON 2020.

"Banyak yang bisa dipelajari dari PON Jawa Barat, terutama kesiapan infrastruktur, lalu manajemen PON harus lebih baik," katanya lagi.

Menurutnya masih banyak kendala yang dihadapi dalam persiapan menjadi penyelenggaran PON 2020, namun hal tersebut diyakininya dapat diatasi dengan kebersamaan semua pihak yang menginginkan Papua bisa menjadi daerah berkembang dan maju.

"Dengan keterbatasan yang ada, yang lebih penting bagaimana provinsi lain melihat Papua secara langsung," ujar Sahril.

"Kesempatan jadi tuan rumah adalah peluang untuk memperlihatkan Papua ke provinsi lain dan luar negeri," sambungnya.

Sahril juga sempat mengatakan mengatakan bahwa pemerintah butuh dukungan dari semua pihak untuk bisa menyelenggarakan kegiatan sebesar PON yang akan mendatangkan hingga belasan ribu atlet ke Papua.

Menurut dia, pemerintah sendiri tidak akan mampu melakukan semua kegiatan sendiri, tetapi harus saling bersinergi juga dengan pihak pengusaha.

"Yang lebih penting lagi bagaimana harus melibatkan juga masyarakat dalam hal pembangunan," katanya. (*)

Pewarta : Pewarta: Dhias Suwandi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026