Timika (Antara Papua) - Puskesmas Singa, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, memberlakukan sif atau pergantian petugas puskesmas setiap satu bulan untuk mengatasi kekurangan fasilitas bagi para petugas di daerah itu.

"Kami jadwalkan pelayanan secara bergantian setiap bulan. Petugas yang sudah bertugas selama satu bulan akan diganti dengan petugas lain. Setiap bulan mereka ke tempat tugas dari Timika dengan Helikopter," kata Kepala Puskesmas Singa Dunien Wenda di Timika, Jumat.

Dunien mengakui keterbatasan sarana dan prasarana petugas di Puskesmas yang terletak di wilayah pegunungan ini tidak memungkinkan untuk menempatkan semua petugasnya di wilayah itu.

"Total jumlah petugas kesehatan berjumlah 20 orang. Kami atur sehingga setiap bulan tujuh orang petugas bergantian bertugas di Puskesmas Singa," ujarnya.

Keterbatasan sarana dan prasarana untuk para petugas kesehatan menurut Dunien tidak menjadi satu penghalang untuk menyurutkan semangat mereka untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat di tempat itu.

"Kami tidak hanya melayani di dalam gedung. Kami juga turun langsung mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan," tuturnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynol Ubra mengakui situasi yang dialami para petugas yang ada di puskesmas Singa. Menurutnya ketersediaan sarana dan prasarana menjadi persoalan tersendiri yang dihadapi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

"Terus terang sarana prasarana itu menjadi persoalan tersendiri. Maksud saya bukan puskesmasnya tetapi fasilitas untuk petugas. Mereka pakai shift karena sarananya terbatas," kata Reynol.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menurut Reynol telah memberikan perhatian khusus terkait ketersediaan sarana dan prasarana bukan hanya untuk pelayanan kesehatan masyarakat tetapi juga untuk petugas.

"Untuk tahun 2017 kami sudah agendakan untuk menyediakan sarana khusus bagi para petugas kesehatan yang ada di pedalam baik di wilayah pegunungan maupun di wilayah pesisir," katanya. (*)

Pewarta : Pewarta: Jeremias Rahadat
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2025