Peserta KTIN 2017 kunjungi perbatasan RI-PNG
Kamis, 14 September 2017 19:33 WIB
Kepala BPKLN Provinsi Papua Suzana Wanggai menjelaskan sedikit mengenai sejarah perbatasan RI-PNG, Kamis (14/9) (Foto: Antara Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Jayapura (Antara Papua) - Peserta Kolaborasi Tunas Integritas Nasional (KTIN) II yang digelar di Kota Jayapura, Provinsi Papua, 12-15 September 2017, menyempatkan diri mengunjungi perbatasan RI-PNG untuk melihat garda terdepan di wilayah timur Indonesia, pada Kamis.
Kepala Biro Perbatasan dan Kerja sama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua Suzana Wanggai mengatakan dari kunjungan itu diharapkan peserta KTIN dapat menyampaikan ke dunia luar bahwa inilah wajah perbatasan RI-PNG di ujung timur, yang mungkin berbeda dengan perbatasan di wilayah lain Indonesia.
"Melalui kunjungan ini, rombongan KTIN dapat secara langsung melihat dan berinteraksi dengan warga Papua Nugini yang merupakan negara tetangga Indonesia," katanya.
Selain itu, juga diharapkan peserta KTIN termasuk perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi bagian dari kolaborasi ini bisa menjadi agen promosi bagi siapapun yang tentang Papua.
"Pasalnya, kami bisa melihat di media sosial belakangan ramai dengan Pos Lintas Batas Negara yang berada di Skouw, Distrik Muaratami, Kota Jayapura ini, sehingga kesempatan kali ini dapat digunakan untuk membuktikan salah satu kebanggaan Papua," ujarnya.
Senada dengan Suzana Wanggai, Staf Inspektorat Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten Suratiningsih mengatakan bangunan PLBN Skouw sangat bagus dan megah sehingga layak dijadikan garda terdepan Indonesia dari negara tetangga.
"Pertama kalinya menginjakkan kaki di Papua, ternyata tidak seburuk yang diberitakan di media massa, Papua dan PNG memiliki hubungan baik," katanya.
Tidak hanya itu, salah satu peserta lainnya dari KTIN Rahmat Staf Bappeda Kota Palembang mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi bagaimana Indonesia menjalin hubungan dengan PNG melalui PLBN Skouw di Papua. (*)
Kepala Biro Perbatasan dan Kerja sama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua Suzana Wanggai mengatakan dari kunjungan itu diharapkan peserta KTIN dapat menyampaikan ke dunia luar bahwa inilah wajah perbatasan RI-PNG di ujung timur, yang mungkin berbeda dengan perbatasan di wilayah lain Indonesia.
"Melalui kunjungan ini, rombongan KTIN dapat secara langsung melihat dan berinteraksi dengan warga Papua Nugini yang merupakan negara tetangga Indonesia," katanya.
Selain itu, juga diharapkan peserta KTIN termasuk perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi bagian dari kolaborasi ini bisa menjadi agen promosi bagi siapapun yang tentang Papua.
"Pasalnya, kami bisa melihat di media sosial belakangan ramai dengan Pos Lintas Batas Negara yang berada di Skouw, Distrik Muaratami, Kota Jayapura ini, sehingga kesempatan kali ini dapat digunakan untuk membuktikan salah satu kebanggaan Papua," ujarnya.
Senada dengan Suzana Wanggai, Staf Inspektorat Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten Suratiningsih mengatakan bangunan PLBN Skouw sangat bagus dan megah sehingga layak dijadikan garda terdepan Indonesia dari negara tetangga.
"Pertama kalinya menginjakkan kaki di Papua, ternyata tidak seburuk yang diberitakan di media massa, Papua dan PNG memiliki hubungan baik," katanya.
Tidak hanya itu, salah satu peserta lainnya dari KTIN Rahmat Staf Bappeda Kota Palembang mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi bagaimana Indonesia menjalin hubungan dengan PNG melalui PLBN Skouw di Papua. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK apresiasi keikutsertaan kabupaten/kota se-Indonesia pada KTIN Papua
13 September 2017 8:25 WIB, 2017
Pemprov Papua harap KTIN hasilkan rekomendasi pemberantasan korupsi
12 September 2017 17:05 WIB, 2017
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat
15 December 2025 23:08 WIB