
Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

Wamena (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI mendorong pengembangan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) unggulan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pelaksana Operasional Perkantoran Direktorat Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal Kemendes PDT RI Irwanto dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu mengatakan produk UMKM unggulan sangat berpotensi meningkatkan perekonomian di Kabupaten Jayawijaya sehingga perlu mendapatkan dukungan.
“Dari hasil identifikasi kami, masyarakat melakukan budi daya di sektor hulu saja, dan tidak mampu melaksanakan kegiatan pengembangan untuk meningkatkan nilai tambah di sektor hilir. Kami ingin mengembangkan potensi tersebut sehingga produk UMKM masyarakat Kabupaten Jayawijaya memperoleh nilai ekonomis,” katanya.
Menurut dia, selama ini pihaknya rutin memberikan bantuan berupa benih, pupuk dengan harapan masyarakat penerima manfaat dapat mengembangkannya hingga menjadi produk UMKM yang memiliki nilai ekonomis.
“Kami berharap bibit keladi yang diberikan dapat dirawat hingga menghasilkan keladi yang bagus. Tapi tidak sampai di situ, kami berharap keladi itu dapat diolah sedemikian rupa menjadi keripik sehingga menjaga kualitas harga keladi karena memiliki nilai tambah meski panen raya,” ujarnya.
Dia menjelaskan dalam kegiatan yang dilaksanakan saat ini, pihaknya mendorong masyarakat yang tergabung dalam kelompok UMKM dalam pengelolaan keladi dan kopi secara berkelanjutan.
“Khusus untuk kopi, dari hasil survei di lapangan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya sudah banyak memiliki produk kopi tetapi yang menjadi masalah adalah ketika dipasarkan tidak memiliki izin legalitas untuk pemasaran seperti IRT, BPOM,” katanya.
Dia menambahkan dengan masalah yang dihadapi di lapangan maka pihaknya akan berupaya memfasilitasi dan membantu pelaku UMKM kopi untuk memiliki izin pemasaran seperti sertifikat industri rumah tangga atau IRT dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
“Program Tekad dari Kemendes PDT yang dijalankan di Kabupaten Jayawijaya sejak tahun 2021, dimana dua tahun awal lebih kepada pemetaan produk, pemetaan kelompok masyarakat, apa yang sudah dilakukan selama ini. Dan tahun 2023-2024 ada kegiatan yang namanya bantuan sarana prasarana untuk membantu kelompok binaan tersebut,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
